Tes SKD adalah Seleksi Kompetensi Dasar yang digunakan untuk mengukur kemampuan dan karakteristik dasar peserta melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN. Dalam seleksi Sekolah Kedinasan 2026, SKD menjadi tahapan penting setelah seleksi administrasi sebelum peserta dapat melanjutkan ke seleksi lanjutan masing-masing instansi.
Per 11 September 2026, peserta Sekolah Kedinasan sedang menuju pelaksanaan SKD yang dijadwalkan pada 22 September–7 Oktober 2026. BKN telah menyiapkan 36 titik lokasi CAT di seluruh Indonesia. Jadi, SKD memang menjadi salah satu gerbang utama seleksi, tetapi lulus passing grade belum berarti otomatis diterima di Sekolah Kedinasan.
Tes SKD Adalah Seleksi Kompetensi Dasar Berbasis CAT

Secara sederhana, tes SKD adalah tes untuk mengukur kemampuan serta karakteristik dasar yang dibutuhkan dalam seleksi calon aparatur negara.
BKN menjelaskan SKD sebagai alat untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang menjadi karakteristik seorang PNS. Pengujiannya menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT BKN.
Dalam penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, SKD dilaksanakan setelah peserta:
- melakukan pendaftaran;
- mengikuti verifikasi atau seleksi administrasi;
- dinyatakan memenuhi syarat administrasi;
- menyelesaikan tahapan pembayaran PNBP SKD sesuai ketentuan; dan
- memperoleh jadwal pelaksanaan CAT.
SKD Sekolah Kedinasan 2026 memiliki dasar regulasi terbaru, antara lain PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan. Peraturan tersebut ditetapkan 15 Juli 2026 dan menggantikan PermenPANRB Nomor 20 Tahun 2021.
Nilai ambang batas SKD tahun ini kemudian ditetapkan melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026 yang masih berstatus berlaku.
Istilah SKD juga digunakan dalam seleksi CPNS. Namun, peserta jangan langsung menyamakan seluruh passing grade dan ketentuan CPNS dengan Sekolah Kedinasan. Dasar hukum, kebutuhan formasi, serta mekanisme kelanjutannya perlu mengikuti pengumuman seleksi yang sedang berlaku.
Baca Juga: Try Out SKD Kedinasan Simulasi CAT BKN, Bocoran Soal, & Kunci Jawaban
Format Tes SKD Sekolah Kedinasan 2026
SKD Sekolah Kedinasan menggunakan tiga kelompok soal, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Kementerian PANRB menegaskan tiga materi tersebut tetap digunakan dalam seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Format yang digunakan adalah:
| Materi SKD | Jumlah Soal | Nilai Maksimal |
|---|---|---|
| TWK | 30 soal | 150 |
| TIU | 35 soal | 175 |
| TKP | 45 soal | 225 |
| Total | 110 soal | 550 |
Waktu pengerjaan SKD adalah 100 menit untuk ketentuan umum. Format 110 soal terdiri atas 30 TWK, 35 TIU, dan 45 TKP.
Sistem CAT BKN membuat peserta mengerjakan soal menggunakan komputer. BKN menjelaskan CAT dirancang agar proses seleksi berlangsung cepat, akuntabel, dan transparan. Nilai ujian juga dapat diketahui segera setelah peserta menyelesaikan tes.
Karena itu, peserta tidak hanya perlu memahami materi. Familiaritas dengan tampilan dan mekanisme CAT juga penting agar waktu tidak habis karena baru beradaptasi ketika ujian berlangsung.
BKN menyediakan Simulasi CAT untuk membantu peserta mengenal aplikasi. Namun, BKN secara tegas menyatakan soal di dalam simulasi hanyalah soal dummy atau contoh dan tidak digunakan dalam ujian sebenarnya. Hasil simulasi juga bukan jaminan kelulusan.
Materi TWK, TIU, dan TKP dalam Tes SKD

Memahami bahwa tes SKD adalah ujian dengan tiga materi berbeda membantu peserta membagi fokus belajar dengan lebih tepat.
Tes Wawasan Kebangsaan
TWK berkaitan dengan kemampuan memahami dan menerapkan nilai kebangsaan.
Materinya berkaitan dengan aspek seperti:
- nasionalisme;
- integritas;
- bela negara;
- pilar negara; dan
- Bahasa Indonesia dalam konteks kompetensi yang ditetapkan.
TWK tidak cukup dipelajari dengan menghafal tanggal atau bunyi pasal. Peserta juga perlu memahami penerapan nilai kebangsaan dalam situasi tertentu.
Tes Intelegensia Umum
TIU menguji kemampuan berpikir dan mengolah informasi.
Cakupannya secara umum melibatkan kemampuan:
- verbal;
- numerik; dan
- figural.
Soal dapat menuntut peserta memahami hubungan kata, menganalisis informasi, melakukan perhitungan, membaca pola, hingga menentukan hubungan bentuk.
Karena waktu SKD terbatas, kemampuan menyelesaikan soal secara akurat sekaligus efisien menjadi penting.
Tes Karakteristik Pribadi
TKP menggunakan soal situasional untuk melihat karakteristik perilaku peserta dalam menghadapi berbagai keadaan.
Berbeda dari TWK dan TIU, soal TKP menggunakan sistem bobot nilai. Dalam pola penilaian SKD, pilihan jawaban TKP memiliki nilai berbeda, sedangkan tidak menjawab memperoleh nilai nol. Nilai maksimal TKP adalah 225.
Jadi, soal TKP bukan sekadar mencari jawaban yang kelihatannya “baik”. Peserta perlu memahami pilihan yang paling sesuai dengan karakter pelayanan publik dan perilaku aparatur.
Baca Juga: Try Out SKD Kedinasan Gratis Panduan Latihan TWK, TIU, TKP
Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026
Untuk penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, pemerintah telah menerbitkan KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun 2026. Keputusan tersebut ditetapkan pada 27 Juli 2026 dan berstatus berlaku.
Nilai ambang batas untuk peserta dengan ketentuan umum adalah:
| Materi | Nilai Maksimal | Nilai Ambang Batas |
|---|---|---|
| TWK | 150 | 65 |
| TIU | 175 | 80 |
| TKP | 225 | 156 |
| Total maksimal | 550 | — |
Artinya, peserta harus memperhatikan nilai setiap subtes. Mendapatkan total tinggi tidak berarti aman apabila salah satu nilai yang diwajibkan masih berada di bawah ambang batas.
Sebagai contoh:
- TWK: 90
- TIU: 75
- TKP: 190
- Total: 355
Walaupun totalnya 355, nilai TIU masih berada di bawah ambang umum 80 sehingga peserta tidak memenuhi ketentuan ambang batas TIU.
Untuk peserta pada kategori afirmasi tertentu dapat berlaku ketentuan berbeda sesuai keputusan pemerintah dan ketentuan instansi. Karena itu, peserta harus membaca pengumuman sekolah kedinasan yang dipilih, bukan hanya memakai tabel umum.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan mencampurkan passing grade Sekolah Kedinasan dengan passing grade CPNS. Walaupun sama-sama bernama SKD dan menggunakan CAT BKN, nilai ambang batas harus mengikuti regulasi seleksi masing-masing.
Lulus Passing Grade SKD Belum Tentu Lolos Kedinasan
Ini salah satu bagian terpenting untuk memahami tes SKD adalah tahap penentu, tetapi bukan satu-satunya penentu kelulusan akhir.
Mencapai TWK 65, TIU 80, dan TKP 156 berarti peserta memenuhi ambang batas umum yang ditetapkan. Namun, peserta masih harus bersaing berdasarkan hasil SKD dan ketentuan kebutuhan atau kuota sekolah yang dipilih.
BKN menjelaskan bahwa setelah peserta lulus SKD dan memenuhi ketentuan berdasarkan kebutuhan masing-masing penyelenggara, peserta akan menghadapi seleksi lanjutan yang diatur masing-masing instansi.
Jadi, ada dua kondisi yang berbeda:
| Kondisi | Artinya |
|---|---|
| Memenuhi passing grade | Memenuhi batas nilai minimum yang diwajibkan |
| Lolos SKD | Memenuhi ketentuan hasil SKD sehingga berhak mengikuti tahap berikutnya |
| Lulus akhir Kedinasan | Sudah menyelesaikan seluruh seleksi dan ditetapkan lulus sesuai ketentuan instansi |
Inilah mengapa sekadar menargetkan nilai minimum kurang aman dalam persaingan Sekolah Kedinasan.
Pada 2026, pemerintah menyediakan 4.770 kebutuhan CPNS melalui Sekolah Kedinasan yang tersebar pada sembilan kementerian/lembaga penyelenggara. Jumlah kebutuhan masing-masing sekolah berbeda sehingga tingkat persaingannya pun tidak sama.
Seleksi lanjutan setelah SKD juga tidak seragam.
Tergantung sekolah yang dituju, seleksi berikutnya dapat berupa pemeriksaan kesehatan, psikologi, kesamaptaan, wawancara, tes akademik atau kemampuan tertentu, serta bentuk seleksi lain sesuai pedoman instansi.
Karena itu, jangan menganggap semua Sekolah Kedinasan mempunyai tes lanjutan yang sama.
Baca Juga: Tryout SKD Kedinasan 2026, Cek Simulasi CAT, Materi, dan Passing Grade
Jadwal SKD Sekolah Kedinasan 2026 dan Tahap Berikutnya
Per 11 September 2026, pendaftaran dan tahapan administrasi Sekolah Kedinasan 2026 telah selesai. Fokus peserta yang memenuhi persyaratan administrasi kini beralih menuju SKD.
Berdasarkan jadwal resmi BKN:
| Tahapan | Jadwal 2026 |
|---|---|
| Pengumuman seleksi | 15–24 Agustus |
| Pendaftaran | 18–30 Agustus |
| Seleksi administrasi | 18 Agustus–1 September |
| Pengumuman administrasi | 2–3 September |
| Masa sanggah | 4–5 September |
| Jawab sanggah | 4–6 September |
| Pengumuman pasca-sanggah | 7–8 September |
| Pelaksanaan SKD CAT BKN | 22 September–7 Oktober |
| Pengolahan nilai SKD | 27 September–10 Oktober |
| Pengumuman hasil SKD | 1–13 Oktober |
| Seleksi lanjutan non-CAT BKN | 11–28 Oktober |
| Pengumuman kelulusan akhir K/L | 21 Oktober–1 November |
Jadwal tersebut ditetapkan BKN sebagai pedoman bagi kementerian dan lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan 2026.
BKN juga telah menyiapkan 36 titik lokasi CAT di seluruh Indonesia untuk mendukung pelaksanaan SKD 22 September–7 Oktober 2026. Perangkat komputer, jaringan, ruang ujian, dan dukungan teknis dipersiapkan untuk memastikan seleksi berlangsung terstandar.
Sebagai contoh, IPDN menjadwalkan pembayaran PNBP SKD pada 11–15 September, pengumuman lokasi/waktu/sesi pada 18–21 September, kemudian pelaksanaan SKD mengikuti jadwal nasional 22 September–7 Oktober 2026.
Setelah hasil SKD diumumkan, peserta yang dinyatakan lolos harus mengikuti jadwal sekolah masing-masing. Jangan menggunakan jadwal seleksi lanjutan satu sekolah sebagai patokan untuk sekolah lain.
Mini FAQ
Tes SKD adalah tes apa?
SKD adalah Seleksi Kompetensi Dasar yang menggunakan sistem CAT BKN untuk mengukur kemampuan dan karakteristik dasar peserta melalui TWK, TIU, dan TKP.
Berapa jumlah soal SKD Sekolah Kedinasan?
Format SKD terdiri dari 110 soal, yaitu 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP dengan waktu pengerjaan umum 100 menit.
Berapa passing grade SKD Kedinasan 2026?
Nilai ambang batas umum SKD Sekolah Kedinasan 2026 adalah TWK 65, TIU 80, dan TKP 156 berdasarkan KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026. Ketentuan khusus dapat berlaku untuk kategori afirmasi tertentu.
Kapan tes SKD Sekolah Kedinasan 2026 dilaksanakan?
BKN menjadwalkan pelaksanaan SKD CAT Sekolah Kedinasan 2026 pada 22 September sampai 7 Oktober 2026.
Apakah lolos passing grade berarti otomatis lolos Kedinasan?
Tidak. Passing grade merupakan batas nilai minimum. Peserta tetap harus memenuhi ketentuan hasil SKD, bersaing sesuai kebutuhan atau kuota, dan mengikuti seleksi lanjutan sekolah kedinasan yang dipilih.
Apakah soal Simulasi CAT BKN akan keluar saat SKD?
Tidak. BKN menegaskan soal pada Simulasi CAT merupakan soal dummy atau contoh dan tidak digunakan dalam ujian sebenarnya. Simulasi ditujukan untuk mengenalkan peserta pada aplikasi CAT.
Ringkasan
Tes SKD adalah Seleksi Kompetensi Dasar berbasis CAT BKN yang menjadi salah satu tahapan utama penerimaan Sekolah Kedinasan dan juga dikenal dalam seleksi CPNS. Untuk Sekolah Kedinasan 2026, SKD terdiri dari TWK, TIU, dan TKP. Kementerian PANRB telah menetapkan aturan penerimaan terbaru melalui PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 serta nilai ambang batas melalui KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026.
Format SKD menggunakan 110 soal dengan nilai maksimal 550. Ambang batas umum Sekolah Kedinasan 2026 adalah TWK 65, TIU 80, dan TKP 156. Namun, memenuhi angka tersebut belum otomatis membuat peserta lolos ke tahap akhir karena hasil SKD masih berkaitan dengan persaingan dan kebutuhan masing-masing penyelenggara.
Untuk penerimaan 2026, SKD dijadwalkan berlangsung 22 September–7 Oktober 2026, pengumuman hasil SKD dilakukan pada 1–13 Oktober, kemudian peserta yang lolos mengikuti seleksi lanjutan sesuai kebijakan sekolah masing-masing.
Jadi, memahami SKD tidak cukup dengan mengetahui arti TWK, TIU, dan TKP. Peserta juga perlu memahami sistem nilai, passing grade, CAT BKN, dan ketentuan sekolah yang dituju agar tidak salah membaca peluang kelulusan.



