Syarat Masuk STIN 2026 perlu diperiksa langsung dari pengumuman Penerimaan Taruna Baru Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Tahun ini STIN menyediakan 100 kuota penerimaan, sedangkan pendaftaran online melalui SSCASN berlangsung pada 18–30 Agustus 2026.
Selain memenuhi syarat pendidikan dan usia, calon taruna harus memperhatikan ketentuan fisik, kesehatan, nilai akademik, dokumen, serta tahapan Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang. Per 2 September 2026, masa pendaftaran telah berakhir dan proses nasional memasuki periode pengumuman hasil seleksi administrasi pada 2–3 September 2026.
Daftar Isi
- Syarat Masuk STIN 2026 yang Perlu Dipenuhi
- Ketentuan Nilai, Usia, dan Tinggi Badan STIN
- Dokumen Pendaftaran STIN 2026
- Cara Daftar dan Status Seleksi STIN 2026
- Tahapan SKD dan SKB STIN 2026
- Biaya, Kuota, dan Keunggulan Kuliah di STIN
- Mini FAQ Syarat Masuk STIN 2026
- Ringkasan
Syarat Masuk STIN 2026 yang Perlu Dipenuhi

Ketentuan Nilai, Usia, dan Tinggi Badan STIN
Ada tiga bagian yang paling sering diperiksa calon peserta sebelum mendaftar, yaitu usia, nilai akademik, dan tinggi badan.
Usia calon taruna
FAQ resmi Penerimaan Taruna Baru STIN 2026 menetapkan ketentuan usia berikut:
| Ketentuan | Syarat 2026 |
|---|---|
| Usia minimum | 16 tahun |
| Usia maksimum | 21 tahun |
| Acuan usia | 31 Desember 2026 |
Artinya, batas usia dihitung berdasarkan umur calon peserta pada 31 Desember 2026, bukan hanya saat melakukan pendaftaran.
Nilai akademik
Portal resmi STIN menyebut nilai rata-rata rapor yang diperhitungkan berasal dari semester 1 sampai semester 5. Perhitungan menggunakan nilai pengetahuan dan keterampilan.
Nilai rata-rata minimal yang dicantumkan pada FAQ resmi adalah 85.
Dokumen registrasi 2026 juga mencantumkan ijazah SLTA/sederajat untuk lulusan:
- 2024
- 2025
- 2026
Sementara itu, lulusan 2026 yang ijazahnya belum terbit dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus atau SKL sesuai ketentuan unggah dokumen.
Pendidikan minimal yang dipersyaratkan adalah SLTA/sederajat sesuai kualifikasi program studi dan bukan lulusan Paket C. Oleh karena itu, peserta tetap perlu mengecek kualifikasi pendidikan pada formasi yang dipilih di SSCASN.
Tinggi badan dan kondisi fisik
Ketentuan tinggi badan yang dicantumkan STIN adalah:
| Peserta | Tinggi Badan |
|---|---|
| Pria | 165 cm |
| Wanita | 160 cm |
| Berat badan | Ideal |
Selain memenuhi tinggi badan, calon taruna harus sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah mengalami patah tulang.
Untuk peserta berkacamata, STIN masih memperbolehkan ukuran maksimal 1 dioptri, baik plus maupun minus. Namun, calon peserta tidak boleh mengalami buta warna.
Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan STIN juga mencakup kesehatan gigi. Karena itu, peserta sebaiknya tidak hanya memperhatikan kondisi mata dan tinggi badan.
Dokumen Pendaftaran STIN 2026
Dokumen menjadi bagian penting dalam Syarat Masuk STIN 2026 karena seluruh berkas diperiksa pada Seleksi Administrasi.
Portal PTB STIN mencantumkan beberapa dokumen yang perlu diunggah melalui SSCASN.
| Dokumen | Ketentuan Utama |
|---|---|
| Surat izin orang tua/wali | Asli dan ditandatangani di atas materai |
| Ijazah | Untuk lulusan 2024, 2025, dan 2026 |
| SKL | Untuk lulusan 2026 jika ijazah belum diterbitkan |
| Foto seluruh badan | Ukuran postcard 3R, terbaru, tampak depan |
| Foto orang tua | Diunggah sesuai format yang ditentukan |
| Kartu Keluarga | Wajib diunggah |
| BPJS Kesehatan | Harus aktif |
Ketentuan foto
Untuk foto seluruh badan, peserta menggunakan pakaian atas putih dan bawahan hitam.
Latar belakang dibedakan menjadi:
- pria: merah
- wanita: biru.
Sementara itu, foto orang tua dapat menampilkan kedua orang tua dalam satu frame atau masing-masing. Formatnya berupa foto setengah badan dengan latar belakang bebas.
Dokumen identitas
Jika calon peserta belum memiliki KTP, peserta dapat menggunakan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sesuai ketentuan.
Karena seleksi administrasi dilakukan berdasarkan dokumen yang dikirim, kesalahan format atau perbedaan data dapat memengaruhi hasil verifikasi. Oleh sebab itu, seluruh berkas sebaiknya diperiksa kembali sebelum resume pendaftaran diselesaikan.
Baca Juga:
Cara Daftar dan Status Seleksi STIN 2026
Pendaftaran STIN 2026 dilakukan melalui Portal SSCASN BKN.
Tahapan pendaftarannya meliputi:
- login menggunakan akun SSCASN
- memilih Sekolah Tinggi Intelijen Negara
- memilih formasi program studi
- melengkapi biodata
- memilih lokasi ujian
- mengunggah dokumen
- memeriksa kembali resume
- menyelesaikan pendaftaran
- mencetak bukti pendaftaran.
Peserta hanya diperbolehkan memilih satu sekolah kedinasan. Oleh karena itu, pilihan instansi harus dipastikan sebelum menyelesaikan pendaftaran.
Jadwal utama STIN 2026
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pengumuman pembukaan | 15–24 Agustus 2026 |
| Pendaftaran online | 18–30 Agustus 2026 |
| Seleksi administrasi | 18 Agustus–1 September 2026 |
| Pengumuman administrasi nasional | 2–3 September 2026 |
| SKD | 22 September–7 Oktober 2026 |
| SKB STIN | Oktober 2026 |
Per 2 September 2026, pendaftaran STIN 2026 sudah ditutup. Saat ini peserta yang telah mendaftar perlu memeriksa hasil Seleksi Administrasi melalui SSCASN.
Peserta yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dapat menggunakan mekanisme sanggah sesuai jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan.
Sebaliknya, peserta yang lolos administrasi harus mengikuti instruksi tahap berikutnya. Salah satunya adalah pembayaran PNBP SKD sebesar Rp100.000 serta registrasi lanjutan melalui Portal PTB STIN.
Portal Penerimaan Taruna Baru STIN
Dengan demikian, peserta perlu memantau dua portal sekaligus, yaitu SSCASN untuk status seleksi nasional dan PTB STIN untuk informasi teknis penerimaan STIN.
Tahapan SKD dan SKB STIN 2026

Seleksi STIN 2026 terdiri dari tiga tahapan utama:
- Seleksi Administrasi
- Seleksi Kompetensi Dasar
- Seleksi Kompetensi Bidang.
Portal resmi STIN menetapkan bobot SKD sebesar 40% dan SKB sebesar 60% terhadap nilai akhir.
Seleksi Kompetensi Dasar
SKD menggunakan Computer Assisted Test atau CAT BKN.
Materinya meliputi:
- Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK
- Tes Intelegensi Umum atau TIU
- Tes Karakteristik Pribadi atau TKP.
Pelaksanaan SKD STIN 2026 dijadwalkan pada 22 September–7 Oktober 2026. Lokasinya tersedia di BKN Pusat, Kantor Regional, serta UPT BKN pada 35 provinsi.
Setelah mengikuti SKD, peserta yang memenuhi ketentuan dapat melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Bidang.
Seleksi Kompetensi Bidang
SKB dilaksanakan secara terpusat di Jakarta pada Oktober 2026.
Materi yang diujikan meliputi:
| Materi SKB | Keterangan |
|---|---|
| Tes Psikologi | Digital, tertulis, dan wawancara |
| Tes Kesehatan | Fisik dan kesehatan jiwa |
| Kesegaran Jasmani | Garjas A dan Garjas B |
| Pendalaman Mental Ideologi | Tertulis dan wawancara |
| Pemeriksaan Bakat dan Minat | Bahan pertimbangan |
| Pantukhir | Penentuan akhir |
Tes Psikologi
Tes Psikologi menilai beberapa aspek, yaitu:
- kecerdasan
- sikap kerja
- kehidupan perasaan
- penyesuaian sosial.
Bobot Tes Psikologi dalam SKB mencapai 70%. Nilai 54 ke bawah termasuk kategori Tidak Disarankan dan bersifat menggugurkan pada penentuan hasil akhir.
Tes Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan mencakup pemeriksaan fisik diagnostik, laboratorium, EKG, rontgen dada, USG abdomen, audiometri, ergometri, pemeriksaan mata, kesehatan jiwa, serta tes lain sesuai indikasi.
Tes Kesehatan memiliki bobot 25% dalam SKB.
Tes Kesegaran Jasmani
Kesegaran jasmani terbagi menjadi dua bagian.
Garjas A:
- lari 12 menit.
Garjas B:
- pull up
- sit up
- push up
- shuttle run.
Bobot Kesegaran Jasmani sebesar 5%. Nilai di bawah 40 bersifat menggugurkan pada penentuan hasil akhir.
Dengan rincian tersebut, peserta dapat melihat bahwa SKB tidak hanya menilai kemampuan akademik. Kondisi psikologis, kesehatan, mental, dan kebugaran juga menjadi bagian penting dalam seleksi.
Baca Juga: Materi SKD Sekolah Kedinasan 2026 TWK, TIU, dan TKP
Biaya, Kuota, dan Keunggulan Kuliah di STIN
STIN menetapkan kuota penerimaan 100 orang pada 2026. Selain kuota, peserta juga perlu memahami perbedaan antara biaya seleksi dan biaya pendidikan.
Biaya penerimaan dan pendidikan
| Komponen | Ketentuan |
|---|---|
| Biaya seleksi STIN | Tidak dipungut biaya |
| PNBP SKD | Rp100.000 |
| Biaya kuliah | Tidak dipungut biaya |
| Asrama | Disediakan |
| Konsumsi | Disediakan |
| Seragam | Disediakan |
Selama kuliah, taruna tidak dipungut biaya pendidikan. Selain itu, STIN menyediakan asrama, konsumsi, dan seragam bagi taruna sesuai ketentuan.
Namun, peserta yang lolos administrasi tetap harus membayar PNBP SKD Rp100.000. Jadi, pernyataan bahwa seluruh rangkaian penerimaan sepenuhnya tanpa biaya perlu dibedakan dari biaya pendidikan selama menjadi taruna.
Keunggulan pendidikan STIN
Beberapa keunggulan yang disebutkan STIN meliputi:
- fasilitas pendidikan lengkap dan modern
- terakreditasi Unggul oleh BAN-PT
- kesempatan mengikuti pelatihan tertentu seperti Indonesian Cyber Task Force dan Biomedical Hazard
- setelah lulus diangkat menjadi CPNS sesuai ketentuan penerimaan STIN.
Dengan fasilitas dan sistem pendidikan tersebut, STIN tidak hanya menawarkan pendidikan bidang intelijen. Taruna juga mengikuti pembentukan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan Badan Intelijen Negara.
Mini FAQ Syarat Masuk STIN 2026
Berapa usia untuk masuk STIN 2026?
Usia calon taruna minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada 31 Desember 2026.
Berapa nilai minimal untuk masuk STIN 2026?
FAQ resmi PTB STIN 2026 mencantumkan nilai rata-rata minimal 85. Nilai rapor dihitung dari semester 1 sampai semester 5 berdasarkan nilai pengetahuan dan keterampilan.
Berapa tinggi badan minimal STIN 2026?
Portal PTB STIN mencantumkan tinggi badan minimal pria 165 cm dan wanita 160 cm dengan berat badan ideal sesuai ketentuan.
Apakah lulusan SMK bisa mendaftar STIN 2026?
Penerimaan 2026 mensyaratkan pendidikan minimal SLTA/sederajat sesuai kualifikasi program studi. Peserta perlu mengecek kualifikasi pendidikan pada formasi yang dipilih di SSCASN.
Apakah lulusan gap year bisa masuk STIN 2026?
Dokumen pendaftaran STIN 2026 mencantumkan ijazah untuk lulusan 2024, 2025, dan 2026. Peserta tetap harus memenuhi seluruh persyaratan lain, termasuk batas usia.
Apakah STIN menerima peserta berkacamata?
Ya. Peserta berkacamata diperbolehkan dengan ukuran maksimal 1 dioptri, baik plus maupun minus.
Apakah pernah patah tulang bisa masuk STIN?
Persyaratan penerimaan STIN 2026 menyebut calon taruna harus sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah mengalami patah tulang.
Apa saja tes fisik STIN 2026?
Tes Kesegaran Jasmani meliputi lari 12 menit pada Garjas A serta pull up, sit up, push up, dan shuttle run pada Garjas B.
Berapa biaya daftar STIN 2026?
Seleksi STIN tidak dipungut biaya, tetapi peserta yang lolos administrasi harus membayar PNBP Seleksi Kompetensi Dasar sebesar Rp100.000.
Berapa kuota STIN 2026?
Kuota penerimaan STIN tahun 2026 sebanyak 100 orang.
Apakah kuliah di STIN gratis?
Ya. Selama kuliah, taruna tidak dipungut biaya pendidikan. Asrama, konsumsi, dan seragam juga disediakan sesuai ketentuan.
Apakah pendaftaran STIN 2026 masih dibuka?
Tidak. Pendaftaran online berlangsung pada 18–30 Agustus 2026. Per 2 September 2026, seleksi telah memasuki periode pengumuman hasil administrasi.
Ringkasan
Syarat Masuk STIN 2026 mencakup pendidikan, nilai, usia, kesehatan, kondisi fisik, dokumen, serta status pribadi calon taruna. Peserta harus berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada 31 Desember 2026, sedangkan nilai rata-rata minimal yang dicantumkan adalah 85.
Selain itu, tinggi badan minimal ditetapkan 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita dengan berat badan ideal. Peserta berkacamata masih diperbolehkan selama ukurannya tidak melebihi 1 dioptri plus atau minus.
Seleksi terdiri dari Administrasi, SKD CAT BKN, dan SKB. Selanjutnya, SKB mencakup Tes Psikologi, Kesehatan, Kesegaran Jasmani, Pendalaman Mental Ideologi, Pemeriksaan Bakat dan Minat, serta Pantukhir.
Pendaftaran STIN 2026 berlangsung pada 18–30 Agustus. Oleh karena itu, per 2 September 2026 peserta yang sudah mendaftar perlu memantau hasil Seleksi Administrasi melalui SSCASN dan informasi lanjutan melalui Portal PTB STIN.



