Seleksi Kompetensi Dasar Sekdin 2026 dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT BKN. Peserta menghadapi tiga materi utama, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Pemerintah telah menetapkan nilai ambang batas melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026.
Untuk seleksi tahun ini, SKD dijadwalkan berlangsung pada 22 September–7 Oktober 2026. Memenuhi passing grade menjadi syarat penting, tetapi peserta tetap harus memperhatikan pemeringkatan dan ketentuan sekolah kedinasan yang dipilih untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar Sekdin 2026

Per 7 September 2026, rangkaian penerimaan Sekolah Kedinasan sedang memasuki periode pengumuman hasil pasca sanggah administrasi. Setelah tahap administrasi selesai, peserta yang memenuhi ketentuan akan menjalani proses kode billing, pembayaran PNBP SKD, dan selanjutnya mengikuti CAT BKN.
Berikut jadwal nasional yang perlu diperhatikan:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Hasil pasca sanggah administrasi | 7–8 September 2026 |
| Proses kode billing dan pembayaran PNBP SKD | September 2026 |
| Pelaksanaan SKD CAT BKN | 22 September–7 Oktober 2026 |
| Pengolahan nilai SKD | 27 September–10 Oktober 2026 |
| Pengumuman hasil SKD | 1–13 Oktober 2026 |
| Seleksi lanjutan non-CAT BKN | 11–28 Oktober 2026 |
| Pengumuman kelulusan akhir | 21 Oktober–1 November 2026 |
Jadwal tersebut mengacu pada Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tanggal 12 Agustus 2026. BKN juga telah menyiapkan 36 titik lokasi CAT untuk pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan 2026.
Tanggal, sesi, dan lokasi tes masing-masing peserta dapat berbeda. Karena itu, peserta tetap harus membaca pengumuman instansi dan kartu ujian masing-masing.
Baca Juga: Contoh Soal SKD CPNS dan Pembahasan TWK, TIU, TKP Lengkap
Format dan Materi SKD Sekolah Kedinasan
Kementerian PANRB memastikan SKD Sekolah Kedinasan terdiri atas TWK, TIU, dan TKP. Ketentuan nilai ambang batas tahun 2026 ditetapkan dalam KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026 yang berstatus berlaku.
Struktur SKD 2026 adalah:
| Materi | Jumlah Soal | Nilai Maksimal |
|---|---|---|
| TWK | 30 soal | 150 |
| TIU | 35 soal | 175 |
| TKP | 45 soal | 225 |
| Total | 110 soal | 550 |
Durasi pengerjaan adalah 100 menit. Untuk TWK dan TIU, jawaban benar bernilai 5, sedangkan jawaban salah atau tidak dijawab bernilai 0. Pada TKP, pilihan jawaban memiliki bobot paling rendah 1 hingga paling tinggi 5, sedangkan tidak menjawab bernilai 0. Ketentuan tersebut tercantum dalam aturan nilai SKD 2026.
Tes Wawasan Kebangsaan
TWK digunakan untuk menilai penguasaan peserta terhadap wawasan kebangsaan.
Materinya mencakup antara lain:
- nasionalisme;
- integritas;
- bela negara;
- pilar negara;
- bahasa negara.
Jadi, TWK bukan sekadar menghafal tanggal atau pasal. Peserta juga perlu memahami penerapan nilai kebangsaan dalam konteks soal.
Tes Intelegensi Umum
TIU menilai kemampuan berpikir dan penalaran.
Materinya meliputi:
- kemampuan verbal;
- analogi;
- silogisme;
- analitis;
- kemampuan numerik;
- berhitung;
- deret angka;
- perbandingan kuantitatif;
- soal cerita;
- kemampuan figural.
Bagian ini menuntut ketelitian karena peserta harus memahami pola atau hubungan informasi dalam waktu terbatas.
Tes Karakteristik Pribadi
TKP menilai karakteristik peserta dalam menghadapi situasi yang berkaitan dengan pekerjaan dan pelayanan.
Materi TKP 2026 meliputi:
- pelayanan publik;
- jejaring kerja;
- sosial budaya;
- teknologi informasi dan komunikasi;
- profesionalisme;
- antiradikalisme.
Berbeda dari TWK dan TIU, pilihan jawaban TKP memiliki bobot nilai. Artinya, peserta perlu memilih respons yang paling sesuai dengan karakter yang dinilai, bukan sekadar mencari opsi “benar” atau “salah”.
Baca Juga: Contoh Soal SKD Berdasarkan Materi Resmi CAT BKN
Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026
Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar Sekdin tahun 2026 ditetapkan melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026 tanggal 27 Juli 2026. Dokumen tersebut tercatat masih berlaku pada JDIH Kementerian PANRB.
Untuk ketentuan umum, nilai minimumnya adalah:
| Materi | Nilai Ambang Batas | Nilai Maksimal |
|---|---|---|
| TWK | 65 | 150 |
| TIU | 80 | 175 |
| TKP | 156 | 225 |
| Nilai maksimal total | – | 550 |
Angka TWK 65, TIU 80, dan TKP 156 merupakan nilai minimal yang harus diperhatikan pada masing-masing komponen.
Hal yang sering keliru dipahami adalah hanya melihat jumlah nilai keseluruhan.
Sebagai contoh, peserta mendapat:
- TWK: 60
- TIU: 120
- TKP: 200
Totalnya mencapai 380. Namun, nilai TWK masih berada di bawah ambang batas umum 65. Jadi, total tinggi tidak menggantikan persyaratan minimum setiap komponen.
Ketentuan peserta afirmasi
KepmenPANRB Nomor 406 Tahun 2026 juga memberikan ketentuan berbeda bagi peserta dari daerah tertentu yang memperoleh afirmasi sesuai usulan kementerian/lembaga dan persetujuan Menteri.
Ketentuannya:
- nilai kumulatif SKD paling rendah 281;
- nilai TIU paling rendah 55.
Ketentuan afirmasi tidak otomatis berlaku untuk seluruh peserta dari wilayah tertentu. Peserta harus memastikan jalur dan formasi yang diikuti memang memperoleh ketentuan afirmasi sebagaimana ditetapkan instansi.
Memenuhi Passing Grade Belum Tentu Lolos SKD
Mencapai nilai ambang batas adalah syarat minimum, tetapi bukan jaminan otomatis lolos ke tahap berikutnya.
Seleksi sekolah kedinasan juga memperhatikan:
- pemeringkatan nilai SKD;
- jumlah formasi atau kebutuhan;
- jalur peserta;
- aturan masing-masing instansi;
- ketentuan seleksi lanjutan.
Prinsip pemeringkatan sudah menjadi bagian dari mekanisme penerimaan Sekolah Kedinasan. Pemerintah sebelumnya juga menegaskan bahwa peserta berhak mengikuti seleksi lanjutan apabila memenuhi nilai ambang batas dan berada pada peringkat yang ditentukan.
Artinya, dua peserta yang sama-sama melewati TWK 65, TIU 80, dan TKP 156 belum tentu sama-sama berhak lanjut apabila instansi menerapkan batas pemeringkatan berdasarkan jumlah formasi.
Karena itu, istilah “passing grade” sebaiknya dipahami sebagai nilai batas minimum, bukan nilai yang menjamin kelulusan.
Untuk ketentuan pemeringkatan yang spesifik, ikuti pengumuman sekolah kedinasan yang dipilih karena mekanismenya dapat berbeda.
Baca Juga: SKD Singkatan dari Apa? Ini Arti, Materi, Sistem CAT BKN, dan Bedanya dengan SKB
Cara Mengecek Jadwal dan Kartu Ujian SKD

Peserta jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial. Jadwal, lokasi, dan sesi ujian harus dicocokkan dengan akun serta pengumuman resmi.
Cara mengeceknya:
- Buka portal SSCASN BKN.
- Login menggunakan akun pendaftaran Sekolah Kedinasan.
- Periksa status peserta setelah tahapan administrasi selesai.
- Selesaikan pembayaran PNBP apabila mendapatkan kode billing dan memang diwajibkan.
- Cek ketersediaan kartu peserta ujian.
- Unduh dan cetak kartu sesuai instruksi.
- Perhatikan lokasi, tanggal, jam, dan sesi SKD.
- Cocokkan kembali informasi dengan pengumuman instansi.
Portal SSCASN merupakan kanal resmi BKN untuk proses Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Jangan menggunakan kartu atau jadwal peserta lain sebagai acuan karena pembagian sesi dapat berbeda.
Ketentuan Penting Saat Mengikuti CAT BKN
CAT BKN digunakan agar pelaksanaan tes lebih terukur, objektif, dan transparan. BKN menyatakan sistem dan fasilitas CAT disiapkan untuk mendukung standar seleksi yang sama bagi peserta Sekolah Kedinasan 2026.
FAQ CAT BKN menyebut peserta perlu hadir 60 menit sebelum pelaksanaan atau mengikuti ketentuan waktu dari instansi. Registrasi identitas juga ditutup sebelum sesi dimulai. Karena itu, ketentuan pada kartu ujian dan pengumuman instansi tetap menjadi acuan utama.
Sebelum berangkat, periksa:
- kartu peserta ujian;
- identitas yang diwajibkan;
- lokasi CAT;
- tanggal ujian;
- jam dan sesi;
- aturan pakaian dari instansi;
- barang yang boleh dan tidak boleh dibawa.
Hindari datang tepat saat tes dimulai. Proses registrasi dan pemeriksaan peserta dilakukan sebelum memasuki ruang CAT.
Ketika ujian berlangsung, baca soal dengan teliti dan jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu pertanyaan. Dengan 110 soal dalam 100 menit, pengelolaan waktu menjadi bagian penting dari pengerjaan SKD.
Setelah Seleksi Kompetensi Dasar Sekdin
Setelah pelaksanaan SKD, BKN menjadwalkan pengolahan nilai pada 27 September–10 Oktober 2026. Pengumuman hasil SKD dilakukan secara bertahap pada 1–13 Oktober 2026.
Peserta yang lolos kemudian dapat memasuki seleksi lanjutan. Secara nasional, seleksi lanjutan non-CAT BKN dijadwalkan pada 11–28 Oktober 2026.
Namun, jenis tes setelah SKD tidak sama untuk seluruh sekolah kedinasan.
Instansi dapat menetapkan tahapan seperti:
- kesehatan;
- psikologi;
- kesamaptaan;
- wawancara;
- tes akademik atau kompetensi tertentu;
- tahapan lain sesuai kebutuhan sekolah kedinasan.
Karena itu, jangan menganggap semua peserta Sekdin pasti menjalani urutan tes lanjutan yang sama.
Kementerian PANRB juga menegaskan jadwal detail seleksi lanjutan ditetapkan masing-masing sekolah kedinasan.
Setelah SKD selesai, pantau akun SSCASN dan website instansi masing-masing untuk melihat status kelulusan serta instruksi tahap berikutnya.
Mini FAQ Seleksi Kompetensi Dasar Sekdin
Kapan Seleksi Kompetensi Dasar Sekdin 2026 dilaksanakan?
SKD Sekolah Kedinasan 2026 dijadwalkan berlangsung menggunakan CAT BKN pada 22 September sampai 7 Oktober 2026.
Apa saja materi SKD Sekolah Kedinasan?
SKD terdiri atas Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK, Tes Intelegensi Umum atau TIU, dan Tes Karakteristik Pribadi atau TKP.
Berapa jumlah soal SKD Sekdin 2026?
SKD terdiri atas 110 soal, yaitu 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP.
Berapa lama waktu mengerjakan SKD Sekolah Kedinasan?
Durasi pengerjaan SKD adalah 100 menit.
Berapa passing grade SKD Sekolah Kedinasan 2026?
Untuk ketentuan umum, nilai ambang batas 2026 adalah TWK minimal 65, TIU minimal 80, dan TKP minimal 156.
Apakah total nilai tinggi tetap bisa gagal SKD?
Bisa. Pada ketentuan umum, peserta harus memenuhi nilai minimal pada setiap komponen TWK, TIU, dan TKP. Total nilai tinggi tidak menutup kekurangan apabila salah satu komponen berada di bawah ambang batas.
Apakah lolos passing grade berarti pasti lanjut seleksi?
Tidak selalu. Memenuhi nilai ambang batas merupakan syarat minimum. Kelanjutan seleksi juga mengikuti pemeringkatan, jumlah kebutuhan atau formasi, serta ketentuan masing-masing sekolah kedinasan.
Berapa passing grade untuk peserta afirmasi?
Bagi peserta dari daerah tertentu yang memperoleh afirmasi sesuai ketentuan, nilai kumulatif SKD minimal adalah 281 dengan nilai TIU minimal 55.
Kapan hasil SKD Sekolah Kedinasan 2026 diumumkan?
Berdasarkan jadwal nasional BKN, pengumuman hasil SKD berlangsung secara bertahap pada 1–13 Oktober 2026.
Ringkasan
Seleksi Kompetensi Dasar Sekdin 2026 dilaksanakan dengan CAT BKN pada 22 September–7 Oktober 2026. Tes berisi 110 soal yang harus dikerjakan dalam 100 menit, terdiri atas 30 TWK, 35 TIU, dan 45 TKP.
Berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026, nilai ambang batas umum adalah 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 156 untuk TKP. Peserta afirmasi yang memenuhi ketentuan khusus menggunakan batas kumulatif minimal 281 dan TIU minimal 55.
Memenuhi passing grade belum otomatis menjamin peserta melanjutkan seleksi. Pemeringkatan, jumlah formasi, jalur penerimaan, dan aturan masing-masing instansi tetap menentukan hasil SKD.
Setelah ujian, hasil SKD dijadwalkan diumumkan pada 1–13 Oktober 2026, kemudian peserta yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti seleksi lanjutan sesuai aturan sekolah kedinasan masing-masing.



