Bagi calon mahasiswa yang tertarik bekerja di lingkungan pemerintahan, pertanyaan IPDN itu apa cukup sering muncul. Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN berbeda dari perguruan tinggi umum karena pendidikan yang diberikan berfokus pada bidang kepamongprajaan dan pembentukan kader pemerintahan.
IPDN merupakan perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Situs resmi IPDN menjelaskan bahwa lembaga ini bergerak di bidang kepamongprajaan dengan tujuan menghasilkan kader pemerintahan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepribadian.
Selain memperoleh pendidikan akademik, peserta didik IPDN yang disebut Praja juga menjalani pelatihan dan pengasuhan. Pola tersebut menjadi salah satu ciri pendidikan IPDN yang membedakannya dengan perkuliahan pada umumnya.
Daftar Isi
Mengenal IPDN dan Status Kelembagaannya

Untuk menjawab IPDN itu apa, IPDN merupakan singkatan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri. IPDN adalah lembaga pendidikan tinggi milik pemerintah yang bergerak di bidang kepamongprajaan. Tujuannya adalah menghasilkan kader pemerintahan yang kompeten, berkarakter, dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan.
IPDN berada di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Kampus pusatnya berada di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. IPDN juga memiliki penyelenggaraan pendidikan melalui kampus dan unit pendidikan lainnya sesuai struktur kelembagaan yang berlaku.
Pendidikan di IPDN diarahkan pada bidang pemerintahan dan pelayanan publik. Karena itu, Praja tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dipersiapkan menjadi aparatur pemerintahan yang mampu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Persiapan Tes Kesehatan dan Psikotes Sekolah Kedinasan
Sistem Pendidikan Praja IPDN
Mahasiswa yang mengikuti pendidikan keprajaan di IPDN disebut Praja. Portal Alumni IPDN menjelaskan bahwa Praja merupakan sebutan bagi mahasiswa IPDN dan pendidikan yang dijalani menggabungkan unsur pengajaran, pelatihan, serta pengasuhan.
Pola pendidikan tersebut sering dikenal melalui pendekatan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Pembelajaran akademik memberikan dasar ilmu pemerintahan, sementara pelatihan diarahkan pada keterampilan praktis. Pengasuhan berperan dalam membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, serta sikap kepamongprajaan.
Situs resmi IPDN Kampus Jakarta juga menjelaskan bahwa pendidikan kepamongprajaan diarahkan untuk membentuk karakter, kompetensi, dan kepemimpinan. Kegiatan pendidikan kemudian dilengkapi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Fakultas dan Program Pendidikan IPDN
IPDN menyelenggarakan pendidikan kepamongprajaan melalui tiga fakultas utama, yaitu Fakultas Politik Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat. Struktur tersebut sesuai dengan kelembagaan akademik IPDN, sedangkan masing-masing fakultas mempunyai program studi dengan fokus yang berbeda dalam mendukung kebutuhan pemerintahan pusat maupun daerah.
Program studi yang saat ini tercantum pada laman resmi masing-masing fakultas dapat dilihat berikut ini:
| Fakultas | Program Studi | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Fakultas Politik Pemerintahan | Politik Indonesia Terapan | Politik, demokrasi, kelembagaan, dan pemerintahan |
| Fakultas Politik Pemerintahan | Studi Kebijakan Publik | Perumusan, implementasi, analisis, dan evaluasi kebijakan |
| Fakultas Politik Pemerintahan | Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat | Pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat |
| Fakultas Manajemen Pemerintahan | Administrasi Pemerintahan Daerah | Administrasi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah |
| Fakultas Manajemen Pemerintahan | Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan | Teknologi informasi dan pemerintahan digital |
| Fakultas Manajemen Pemerintahan | Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik | Pengelolaan SDM aparatur |
| Fakultas Manajemen Pemerintahan | Keuangan Publik | Pengelolaan keuangan negara dan daerah |
| Fakultas Perlindungan Masyarakat | Praktik Perpolisian Tata Pamong | Ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat |
| Fakultas Perlindungan Masyarakat | Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil | Administrasi kependudukan dan pencatatan sipil |
| Fakultas Perlindungan Masyarakat | Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik | Keamanan, keselamatan, kebencanaan, dan manajemen risiko |
Fakultas Politik Pemerintahan saat ini mencantumkan tiga program studi, Fakultas Manajemen Pemerintahan empat program studi, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat tiga program studi. Dengan demikian, terdapat 10 program studi pada tiga fakultas tersebut yang dapat dilihat melalui portal akademik resmi IPDN.
Baca juga: Persiapan Tes Kesehatan dan Psikotes Sekolah Kedinasan
Masa Pendidikan dan Kehidupan Praja
Pendidikan praja IPDN menggunakan sistem JARLATSUH, yaitu Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan. Sistem ini menjadi ciri pendidikan IPDN karena proses pendidikan tidak hanya berisi kegiatan akademik di kelas, tetapi juga pembentukan keterampilan serta nilai dan karakter kepamongprajaan. IPDN juga menerapkan pendidikan vokasi dengan kegiatan praktik yang kuat, termasuk magang berjenjang pada pemerintahan desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi atau instansi vertikal.
Kehidupan praja juga berkaitan dengan tata kehidupan kampus dan pembinaan kedisiplinan. Selama menjalani pendidikan, praja mengikuti berbagai kegiatan akademik, praktik pemerintahan, pembinaan karakter, serta kegiatan keprajaan sesuai jenjang pendidikannya. Peserta yang dinyatakan lulus sebagai calon praja juga harus bersedia ditempatkan di seluruh kampus IPDN selama proses pembelajaran dan menaati ketentuan tata kehidupan praja.
Syarat Masuk IPDN, Link Pendaftaran, dan Tahapan Tes

Persyaratan masuk IPDN 2026 ditetapkan dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Calon Praja atau SPCP IPDN. Untuk persyaratan umum, peserta harus berstatus Warga Negara Indonesia dengan usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada 1 Januari 2026.
Dari sisi pendidikan, peserta harus merupakan lulusan SMA atau Madrasah Aliyah. Pada penerimaan 2026, lulusan SMK dan Paket C tidak termasuk dalam pendidikan yang dapat mendaftar. Nilai rata-rata ijazah minimal adalah 73,00, sedangkan peserta dari Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya mendapatkan ketentuan nilai minimal 65,00. Nilai mata pelajaran Bahasa Inggris pada ijazah atau Surat Keterangan Lulus juga minimal 75,00, dengan pengecualian sesuai ketentuan bagi wilayah Papua tersebut.
Beberapa ketentuan lainnya meliputi tidak sedang terlibat atau pernah dipidana karena melakukan kejahatan, tidak bertato, ketentuan tindik bagi peserta pria, tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak, belum pernah menikah, serta bagi peserta wanita belum pernah hamil atau melahirkan. Peserta yang telah diterima juga harus bersedia tidak menikah selama pendidikan serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah menjadi aparatur.
Tinggi Minimal Badan untuk Masuk IPDN
Syarat tinggi badan IPDN 2026 telah ditetapkan secara jelas dalam persyaratan umum SPCP.
| Peserta | Tinggi Badan Minimal |
|---|---|
| Pria | 160 cm |
| Wanita | 155 cm |
Artinya, peserta pria dengan tinggi kurang dari 160 cm atau peserta wanita dengan tinggi kurang dari 155 cm tidak memenuhi ketentuan tinggi badan yang ditetapkan untuk SPCP IPDN 2026. Persyaratan ini tercantum dalam ketentuan penerimaan resmi yang disebarluaskan pemerintah daerah berdasarkan Surat Edaran Kemendagri mengenai SPCP IPDN 2026.
Pendaftaran Calon Praja IPDN 2026 dilakukan secara online melalui sistem SSCASN BKN. Pada penerimaan tahun ini, pendaftaran berlangsung pada 18–30 Agustus 2026. Peserta membuat akun dan mengikuti mekanisme Sekolah Kedinasan melalui SSCASN, kemudian memantau informasi khusus IPDN melalui portal SPCP IPDN.
Link resmi yang digunakan adalah:
Portal pendaftaran Sekolah Kedinasan:
SSCASN BKN
Portal resmi SPCP IPDN:
SPCP IPDN 2026
Portal SPCP IPDN menyediakan jadwal, persyaratan, dokumen, pengumuman hasil tes, serta kontak resmi panitia. Hasil setiap tahapan juga dapat diperiksa melalui akun SSCASN peserta. (SPCP IPDN)
Tes Masuk IPDN Terdiri dari Apa Saja?
Seleksi masuk IPDN tidak hanya terdiri atas SKD. Portal resmi SPCP IPDN 2026 mencantumkan sejumlah tahapan mulai dari administrasi sampai Seleksi Penentuan Akhir.
| Tahapan | Bentuk Seleksi |
|---|---|
| Seleksi Administrasi | Verifikasi dokumen persyaratan |
| Seleksi Kompetensi Dasar | SKD menggunakan CAT BKN |
| Verifikasi Faktual | Pemeriksaan kesesuaian dokumen dan kondisi peserta |
| Tes Kemampuan Bahasa Inggris | Pengukuran kemampuan Bahasa Inggris |
| Tes Kesehatan Tahap I | Pemeriksaan kesehatan |
| Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran | Pengukuran psikologis serta aspek integritas |
| Seleksi Penentuan Akhir | Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara |
SKD IPDN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 September–7 Oktober 2026. Setelah hasil SKD diumumkan, peserta yang memenuhi ketentuan bergerak menuju Verifikasi Faktual dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris, Tes Kesehatan Tahap I, Tes Psikologi, Integritas dan Kejujuran, kemudian Seleksi Penentuan Akhir di Kampus IPDN Jatinangor.
Seleksi Penentuan Akhir mencakup Tes Kesehatan Tahap II, Kesamaptaan, dan Wawancara. Pengumuman kelulusan akhir serta registrasi calon praja dijadwalkan pada November 2026. Jadwal rinci dapat diperbarui oleh panitia sehingga portal SPCP IPDN dan SSCASN tetap menjadi acuan utama
Baca Juga: Kampus IPDN Dimana? Ini Lokasi Kampus Pusat dan Sebaran Kampus Daerah
Mini FAQ
IPDN itu apa?
IPDN adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri, yaitu perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang menyelenggarakan pendidikan kepamongprajaan untuk menghasilkan kader pemerintahan.
IPDN berada di bawah kementerian apa?
IPDN berada di lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Apa sebutan mahasiswa IPDN?
Mahasiswa yang mengikuti pendidikan keprajaan di IPDN disebut Praja. Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan dikenal sebagai Purna Praja.
Berapa lama pendidikan di IPDN?
Pendidikan keprajaan pada program Sarjana Terapan ditempuh selama empat tahun.
Apa saja fakultas yang ada di IPDN?
IPDN memiliki Fakultas Politik Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat.
Bagaimana cara masuk IPDN?
Calon peserta mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN melalui seleksi Sekolah Kedinasan. Pendaftaran dilakukan melalui SSCASN sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah dan IPDN.
Apakah lulusan IPDN menjadi ASN?
Lulusan pendidikan Praja IPDN dipersiapkan menjadi aparatur pemerintahan dan ditempatkan sesuai kebutuhan serta formasi yang berlaku.
Kesimpulan
IPDN adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri, yaitu perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang berfokus pada pendidikan kepamongprajaan. Pendidikan Praja mengintegrasikan aspek akademik, pelatihan, dan pengasuhan untuk membentuk kader pemerintahan yang kompeten, disiplin, berkarakter, dan siap melayani masyarakat.
IPDN memiliki tiga fakultas utama dan menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan. Untuk menjadi Praja, calon peserta harus mengikuti SPCP melalui sistem seleksi Sekolah Kedinasan. Setelah menyelesaikan pendidikan, Purna Praja dipersiapkan untuk menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan pada instansi pusat maupun daerah sesuai kebutuhan formasi.
Referensi
- detikJogja — “Sekolah Kedinasan Apa Saja? Ini Daftar dan Jadwal Pendaftarannya Tahun 2026”
- detikJatim — “Jadwal dan Syarat Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kemendagri 2026”
- Kompas.com — “Berapa Gaji Lulusan IPDN setelah Diangkat CPNS?”




