Seleksi masuk PKN STAN 2026 tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD. Kandidat yang memenuhi ketentuan dan berada pada peringkat yang dipersyaratkan masih harus menjalani Seleksi Lanjutan, yang salah satu komponennya adalah Tes Kesehatan.
Bagi peserta yang mencari tes kesehatan kedinasan STAN, tahun 2026 PKN STAN telah memberikan rincian yang jauh lebih spesifik. Pemeriksaan mencakup tinggi dan berat badan, tekanan darah dan nadi, mata, kulit, gigi dan mulut, THT, jantung, paru-paru, pemeriksaan bagian tubuh tertentu, hingga deteksi HIV dan Hepatitis B. Tes Kesehatan juga memiliki bobot dalam penentuan hasil akhir.
Tes Kesehatan Kedinasan STAN Masuk Tahap Apa?

Dalam SPMB PKN STAN Tahun 2026 untuk lulusan pendidikan menengah/sederajat, proses penerimaan terdiri atas tiga tahap utama:
- Seleksi Administrasi
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
- Seleksi Lanjutan
Peserta baru dapat mengikuti Seleksi Lanjutan setelah dinyatakan lolos SKD. Seleksi Lanjutan PKN STAN 2026 terdiri atas:
- Tes Potensi Akademik atau TPA;
- Tes Bahasa Inggris atau TBI;
- Tes Psikologi;
- Tes Kesehatan; dan
- Tes Kebugaran.
Rangkaian tersebut tercantum dalam informasi SPMB PKN STAN 2026 yang diumumkan melalui Pengumuman Nomor PENG-2/PP/2026 pada 22 Agustus 2026. PKN STAN juga menyediakan repositori khusus SPMB 2026 untuk pengumuman penerimaan tahun berjalan.
Per 24 September 2026, peserta Sekolah Kedinasan masih berada dalam periode pelaksanaan SKD yang berlangsung secara nasional pada 22 September–7 Oktober 2026. Artinya, Tes Kesehatan PKN STAN belum berlangsung pada tanggal tersebut.
Baca juga Tes SKD STAN 2026 Lengkap dengan Jadwal, Materi, Passing Grade, dan Sistem Penilaian
Tes Kesehatan STAN 2026 Meliputi Apa Saja?
Tes Kesehatan PKN STAN 2026 cukup luas karena tidak hanya mengukur tinggi badan atau mengecek tekanan darah. Berdasarkan rincian seleksi tahun ini, pemeriksaan meliputi beberapa bagian berikut.
| Pemeriksaan | Bagian yang Dinilai |
|---|---|
| Tinggi badan | Pengukuran tinggi peserta |
| Berat badan | Pengukuran berat tubuh |
| Tekanan darah | Kondisi tekanan darah |
| Tekanan nadi | Kondisi denyut/nadi peserta |
| Mata | Kondisi kesehatan mata |
| Kulit | Kondisi kulit termasuk tato dan tindik |
| Gigi dan mulut | Kondisi gigi serta rongga mulut |
| THT | Telinga, hidung, dan tenggorokan |
| Jantung | Kondisi kesehatan jantung |
| Paru-paru | Kondisi sistem pernapasan |
| Perut | Pemeriksaan area perut |
| Hati dan limpa | Kondisi organ terkait |
| Kelenjar getah bening | Kondisi kelenjar |
| Postur tubuh | Pengamatan postur peserta |
| Sikap dan tipe tubuh | Kondisi dan bentuk tubuh secara umum |
| Deteksi HIV | Pemeriksaan sesuai ketentuan seleksi |
| Deteksi Hepatitis B | Pemeriksaan sesuai ketentuan seleksi |
| Sikap dan keluhan saat diperiksa | Kondisi atau keluhan peserta selama pemeriksaan |
Daftar tersebut lebih lengkap dibanding sekadar pemeriksaan kesehatan umum. Karena itu, peserta sebaiknya tidak hanya berfokus pada tinggi badan atau berat badan saat mempersiapkan diri.
Perlu diperhatikan bahwa keputusan apakah kondisi tertentu memenuhi standar seleksi tetap berada pada panitia dan tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan. Jangan menyimpulkan sendiri bahwa satu kondisi kesehatan tertentu pasti menyebabkan peserta gagal tanpa mengacu pada hasil pemeriksaan resmi.
Pemeriksaan Mata, Gigi, THT, Jantung, dan Paru-paru
Beberapa pemeriksaan yang cukup sering menjadi perhatian peserta adalah mata, gigi dan mulut, THT, serta kondisi organ seperti jantung dan paru-paru.
Pada PKN STAN 2026, mata memang secara resmi masuk dalam Tes Kesehatan. Namun, pengumuman publik yang tersedia tidak menjelaskan batas rinci gangguan mata tertentu satu per satu pada bagian tahapan seleksi. Karena itu, peserta tidak sebaiknya menggunakan standar sekolah kedinasan lain sebagai standar otomatis PKN STAN.
Hal serupa berlaku untuk gigi dan mulut serta THT. Pemeriksaan tersebut memang termasuk dalam Tes Kesehatan, tetapi hasil akhirnya harus mengikuti standar pemeriksaan panitia.
Selain pemeriksaan fisik tersebut, kondisi jantung dan paru-paru juga diperiksa. Artinya, Tes Kesehatan PKN STAN tidak hanya melihat penampilan luar, tetapi juga kondisi kesehatan peserta secara lebih menyeluruh.
Pemeriksaan perut, hati, limpa, dan kelenjar getah bening juga tercantum dalam rangkaian kesehatan tahun 2026.
Baca juga Tes Kesehatan STAN Bikin Gagal? Simak Pemeriksaan yang Perlu Diketahui
Apakah Tato dan Tindik Diperiksa di Tes Kesehatan STAN?
Ya. Dalam rincian Tes Kesehatan PKN STAN 2026, pemeriksaan kulit termasuk tato dan tindik tercantum sebagai salah satu komponen pemeriksaan.
Namun, peserta perlu berhati-hati ketika menafsirkan informasi ini. Adanya pemeriksaan tato dan tindik tidak otomatis berarti seluruh kondisi memiliki konsekuensi yang sama tanpa melihat ketentuan resmi dan hasil pemeriksaan.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan cerita peserta tahun sebelumnya atau informasi dari sekolah kedinasan lain.
Kondisi kesehatan masing-masing peserta diperiksa sesuai prosedur dan standar yang digunakan dalam SPMB PKN STAN tahun berjalan.
Apakah Tes Kesehatan STAN Sama dengan Tes Kebugaran?
Tidak. Tes Kesehatan dan Tes Kebugaran merupakan dua komponen berbeda.
Tes Kesehatan berisi pemeriksaan medis seperti tekanan darah, mata, THT, jantung, paru-paru, serta kondisi fisik lainnya.
Sementara itu, Tes Kebugaran PKN STAN 2026 terdiri atas:
- lari selama 12 menit mengelilingi lintasan; dan
- shuttle run.
Ketentuan ini penting karena masih ada informasi lama yang menyebut push-up atau sit-up sebagai rangkaian pasti tes fisik STAN. Untuk penerimaan 2026, rincian yang dipublikasikan menyebut lari 12 menit dan shuttle run sebagai Tes Kebugaran.
Jadi, peserta sebaiknya menggunakan ketentuan 2026 sebagai acuan dan tidak mencampurkannya dengan pola seleksi tahun lain.
Baca juga Apakah STAN Ada Tes Fisik? Cek Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Kesehatannya
Berapa Bobot Tes Kesehatan PKN STAN 2026?
Tes Kesehatan bukan sekadar pemeriksaan tambahan. Hasilnya termasuk dalam komponen nilai gabungan untuk menentukan peserta yang berada dalam peringkat sesuai kuota penerimaan.
Pembobotan Seleksi Lanjutan PKN STAN 2026 adalah:
| Komponen | Bobot |
|---|---|
| Tes Potensi Akademik (TPA) | 42% |
| Tes Bahasa Inggris (TBI) | 28% |
| Tes Kesehatan | 15% |
| Tes Kebugaran | 15% |
Selain nilai gabungan tersebut, peserta juga harus memenuhi kriteria Tes Psikologi.
Artinya, Tes Kesehatan mempunyai bobot 15 persen dalam perhitungan nilai yang disebutkan untuk Seleksi Lanjutan 2026.
Peserta tetap tidak dapat hanya mengandalkan satu komponen. TPA mempunyai bobot terbesar, tetapi kesehatan, kebugaran, TBI, dan kriteria psikologi tetap menjadi bagian rangkaian seleksi akhir.
Kapan Tes Kesehatan STAN 2026 Dilaksanakan?
Berdasarkan jadwal SPMB-PM PKN STAN 2026, Seleksi Lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Oktober 2026. Rangkaian ini dilaksanakan setelah SKD dan pengumuman peserta yang memenuhi ketentuan untuk melanjutkan seleksi.
Jadwal ringkasnya:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| SKD | 22 September–7 Oktober 2026 |
| Pengumuman hasil SKD dan jadwal Seleksi Lanjutan | Oktober 2026 |
| Seleksi Lanjutan | 20–25 Oktober 2026 |
| Pengumuman kelulusan SPMB-PM | 2–4 November 2026 |
| Pendaftaran ulang | 11–13 November 2026 |
| Studi Perdana Akademik dan Karakter | 16–20 November 2026 |
| Mulai pendidikan | 23 November 2026 |
Per 24 September 2026, fokus peserta PKN STAN masih berada pada SKD, bukan Tes Kesehatan. BKN mencatat pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan nasional berlangsung hingga 7 Oktober 2026.
Peserta yang ingin mengikuti Tes Kesehatan harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan kelulusan SKD dan mekanisme pemeringkatan menuju Seleksi Lanjutan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Tes Kesehatan STAN

Karena pemeriksaannya cukup luas, peserta sebaiknya menjaga kondisi tubuh secara wajar menjelang seleksi. Hindari mencoba tindakan ekstrem hanya untuk mengubah hasil pemeriksaan dalam waktu singkat.
Beberapa hal sederhana yang dapat diperhatikan antara lain menjaga waktu tidur, asupan makanan, hidrasi, kebersihan gigi dan mulut, serta kondisi tubuh menjelang pemeriksaan.
Untuk pemeriksaan yang membutuhkan instruksi khusus, seperti ketentuan makan, minum, pakaian, atau dokumen kesehatan, peserta harus mengikuti petunjuk yang nantinya diberikan panitia.
Jangan melakukan puasa atau mengonsumsi obat tertentu hanya berdasarkan pengalaman peserta lain apabila panitia belum memberikan instruksi tersebut.
Hal terpenting adalah memastikan informasi berasal dari PKN STAN, Kementerian Keuangan, SSCASN/BKN, atau pengumuman resmi SPMB 2026.
Mini FAQ
Tes kesehatan kedinasan STAN 2026 meliputi apa saja?
Tes Kesehatan PKN STAN 2026 mencakup pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah dan nadi, mata, kulit termasuk tato dan tindik, gigi dan mulut, THT, jantung, paru-paru, perut, hati dan limpa, kelenjar getah bening, postur dan tipe tubuh, deteksi HIV, deteksi Hepatitis B, serta sikap dan keluhan saat diperiksa.
Apakah mata diperiksa saat tes kesehatan STAN?
Ya. Pemeriksaan mata secara resmi termasuk dalam Tes Kesehatan PKN STAN 2026. Standar hasil pemeriksaan mengikuti ketentuan panitia seleksi.
Apakah tato dan tindik diperiksa saat tes kesehatan STAN?
Ya. Pemeriksaan kulit pada Tes Kesehatan PKN STAN 2026 mencakup tato dan tindik.
Apakah tes kesehatan STAN sama dengan tes kebugaran?
Tidak. Tes Kesehatan berupa pemeriksaan medis, sedangkan Tes Kebugaran PKN STAN 2026 terdiri atas lari selama 12 menit mengelilingi lintasan dan shuttle run.
Berapa bobot tes kesehatan PKN STAN 2026?
Tes Kesehatan mempunyai bobot 15 persen dalam nilai gabungan Seleksi Lanjutan PKN STAN 2026. Komponen lain adalah TPA 42 persen, TBI 28 persen, dan Tes Kebugaran 15 persen, serta peserta harus memenuhi kriteria Tes Psikologi.
Ringkasan
Tes kesehatan kedinasan STAN 2026 menjadi salah satu bagian Seleksi Lanjutan PKN STAN. Pemeriksaannya mencakup tinggi dan berat badan, tekanan darah dan nadi, mata, kulit termasuk tato dan tindik, gigi dan mulut, THT, jantung, paru-paru, perut, hati dan limpa, kelenjar getah bening, postur tubuh, hingga pemeriksaan kesehatan tertentu seperti deteksi HIV dan Hepatitis B.
Tes Kesehatan berbeda dengan Tes Kebugaran. Untuk 2026, Tes Kebugaran terdiri atas lari 12 menit dan shuttle run. Tes Kesehatan dan Kebugaran masing-masing mempunyai bobot 15 persen, sedangkan TPA 42 persen dan TBI 28 persen dalam nilai gabungan Seleksi Lanjutan. Peserta juga harus memenuhi kriteria Tes Psikologi.
Saat ini, per 24 September 2026, peserta masih berada dalam periode SKD Sekolah Kedinasan. Seleksi Lanjutan PKN STAN yang mencakup Tes Kesehatan dijadwalkan pada 20–25 Oktober 2026.
Sumber Referensi
- Politeknik Keuangan Negara STAN – Pengumuman Nomor PENG-2/PP/2026 tentang SPMB PKN STAN Tahun 2026
- Politeknik Keuangan Negara STAN – SPMB 2026
- Badan Kepegawaian Negara – Pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan Tahun 2026



