Tes kesamaptaan adalah tes yang digunakan untuk mengukur kesiapan dan kemampuan fisik peserta melalui serangkaian aktivitas kebugaran. Kementerian PANRB pernah menjelaskan bahwa istilah kesamaptaan berasal dari kata samapta yang berarti siap atau kesiapan, khususnya dalam konteks kesiapan fisik.
Tes ini cukup dikenal dalam seleksi Sekolah Kedinasan karena beberapa instansi menggunakannya sebagai bagian dari seleksi lanjutan. Namun, tidak semua Sekolah Kedinasan memiliki tes kesamaptaan dengan bentuk dan standar yang sama. BKN menegaskan bahwa seleksi lanjutan diatur oleh masing-masing sekolah atau kementerian/lembaga penyelenggara.
Baca juga Tes Kesamaptaan Sekolah Kedinasan 2026: Lari, Push Up, Sit Up hingga Shuttle Run
Apa yang Dimaksud dengan Tes Kesamaptaan?

Secara sederhana, tes kesamaptaan merupakan pengujian kemampuan fisik untuk melihat apakah peserta memiliki daya tahan, kekuatan, kelincahan, dan kebugaran yang memadai.
Dalam penjelasan resmi Kementerian PANRB mengenai seleksi yang menggunakan kesamaptaan, bentuk pengujiannya dapat berupa lari, push up, sit up, pull up atau chinning, serta shuttle run.
Karena itu, tes kesamaptaan tidak hanya menilai seberapa kuat seseorang. Setiap jenis tes dapat mengukur kemampuan fisik yang berbeda.
| Jenis Tes | Kemampuan yang Umumnya Diukur |
|---|---|
| Lari | Daya tahan dan kebugaran kardiorespirasi |
| Push up | Kekuatan dan daya tahan tubuh bagian atas |
| Sit up | Kekuatan dan daya tahan otot perut |
| Pull up | Kekuatan tubuh bagian atas |
| Chinning | Kemampuan menarik tubuh dengan bantuan palang |
| Shuttle run | Kecepatan, akselerasi, dan kelincahan |
Daftar tersebut merupakan gambaran umum. Jenis tes yang digunakan dalam seleksi tertentu harus tetap mengikuti pengumuman resmi instansi pada tahun pendaftaran.
Apa Tujuan Tes Kesamaptaan?
Tes kesamaptaan digunakan untuk mengetahui tingkat kesiapan fisik peserta dalam mengikuti pendidikan atau pekerjaan yang menuntut kondisi tubuh tertentu. Penilaian tidak hanya melihat kekuatan, tetapi dapat mencakup daya tahan, kelincahan, kemampuan tubuh bagian atas, serta kemampuan mempertahankan aktivitas fisik dalam waktu tertentu.
Dalam seleksi Sekolah Kedinasan, kesamaptaan termasuk seleksi lanjutan apabila memang dipersyaratkan oleh instansi penyelenggara. BKN menegaskan bahwa peserta yang lolos SKD kemudian mengikuti seleksi lanjutan sesuai ketentuan masing-masing kementerian atau lembaga. Pada 2026, seleksi lanjutan non-CAT BKN secara nasional dijadwalkan berlangsung setelah SKD, tetapi jenis tes yang digunakan tetap ditentukan oleh masing-masing penyelenggara.
Karena itu, fungsi tes kesamaptaan dapat berbeda antarinstansi. Peserta tidak sebaiknya menggunakan standar dari satu sekolah kedinasan sebagai patokan otomatis untuk sekolah lainnya.
Tes Kesamaptaan Apakah Sama dengan Tes Kesehatan?
Tes kesamaptaan dan tes kesehatan merupakan dua pengujian yang berbeda meskipun sama-sama berkaitan dengan kondisi tubuh peserta. Tes kesehatan digunakan untuk menilai kondisi kesehatan berdasarkan pemeriksaan yang ditentukan panitia atau tenaga kesehatan, sedangkan tes kesamaptaan menilai kemampuan peserta ketika melakukan aktivitas fisik.
Perbedaannya terlihat jelas dalam seleksi IPDN 2026. Portal resmi SPCP IPDN menempatkan Tes Kesehatan Tahap I sebagai tahapan tersendiri pada 12 Oktober 2026. Setelah itu terdapat Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran, kemudian pada Seleksi Penentuan Akhir terdapat kembali Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara.
Artinya, peserta tidak dapat menganggap lolos tes kesehatan otomatis berarti akan mendapatkan hasil baik pada kesamaptaan. Keduanya mempunyai tujuan pengujian berbeda dan harus diikuti sesuai pedoman yang diterbitkan panitia.
Perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut.
| Tes Kesehatan | Tes Kesamaptaan |
|---|---|
| Memeriksa kondisi kesehatan peserta | Mengukur kemampuan fisik peserta |
| Dapat melibatkan pemeriksaan medis | Melibatkan aktivitas atau gerakan fisik |
| Memeriksa apakah terdapat kondisi kesehatan tertentu | Mengukur daya tahan, kekuatan, dan kelincahan |
| Dilakukan oleh tenaga/petugas kesehatan sesuai ketentuan | Dilaksanakan melalui rangkaian tes kebugaran |
Keduanya bahkan dapat menjadi tahapan yang berbeda. Pada SPCP IPDN 2026, misalnya, portal resmi mencantumkan Tes Kesehatan Tahap I terlebih dahulu, kemudian pada Seleksi Penentuan Akhir terdapat Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara.
Jenis Tes Kesamaptaan yang Sering Ditemui
Bentuk tes tidak dapat disamaratakan antarinstansi. Namun, beberapa jenis tes berikut sudah pernah disebut dalam informasi resmi seleksi pemerintah.
1. Lari
Lari digunakan untuk melihat kemampuan peserta mempertahankan aktivitas fisik dalam periode tertentu. Pada pola kesamaptaan yang pernah dijelaskan Kementerian PANRB, lari termasuk salah satu komponen pengujian fisik.
Jarak, waktu, dan sistem penilaiannya dapat berubah mengikuti ketentuan instansi yang menyelenggarakan seleksi.
2. Push Up
Push up berkaitan dengan kemampuan dan daya tahan otot tubuh bagian atas.
Saat menjalani tes, peserta tidak cukup hanya mengejar jumlah repetisi. Gerakan biasanya harus dilakukan sesuai teknik yang ditentukan penguji agar dapat dinilai.
3. Sit Up
Sit up digunakan untuk melihat daya tahan serta kemampuan otot bagian perut.
Kementerian PANRB juga pernah mencantumkan sit up sebagai salah satu bentuk kesamaptaan pada seleksi yang menggunakan tes fisik.
4. Pull Up atau Chinning
Pull up dilakukan dengan menarik tubuh menggunakan palang horizontal. Dalam beberapa pola seleksi terdahulu terdapat pula chinning, terutama sebagai bentuk pengujian alternatif sesuai ketentuan peserta.
Jenis gerakan dan ketentuan berdasarkan jenis kelamin tidak boleh langsung disamakan antarinstansi karena setiap seleksi dapat menerapkan aturan berbeda.
5. Shuttle Run
Shuttle run merupakan aktivitas lari bolak-balik dalam jarak pendek yang digunakan untuk mengukur kelincahan dan kecepatan perubahan arah.
Kementerian PANRB pernah menjelaskan shuttle run sebagai salah satu bagian dari tes kesamaptaan.
Baca juga Tes Fisik Sekolah Kedinasan 2026, Cek Jenis Tes dan Instansi yang Menggunakannya
Apakah Semua Sekolah Kedinasan Ada Tes Kesamaptaan?

Tidak semua Sekolah Kedinasan dapat dianggap memiliki tes kesamaptaan yang sama. BKN menetapkan jadwal nasional sampai pelaksanaan SKD, sedangkan tahapan setelah SKD mengikuti seleksi lanjutan masing-masing kementerian atau lembaga. Untuk 2026, BKN menjadwalkan SKD CAT pada 22 September–7 Oktober 2026, kemudian peserta yang lolos memasuki tahapan lanjutan sesuai ketentuan penyelenggara.
Hal tersebut berarti calon peserta harus memeriksa pedoman sekolah yang dipilih. Jenis seleksi lanjutan dapat mencakup tes kesehatan, psikologi, wawancara, kesamaptaan, atau pengujian lainnya, tetapi susunannya tidak dapat disamaratakan.
Untuk IPDN, keberadaan kesamaptaan sudah jelas karena portal resmi SPCP IPDN 2026 secara eksplisit memasukkannya dalam Seleksi Penentuan Akhir bersama Tes Kesehatan II dan Wawancara di Kampus IPDN Jatinangor.
Tes Kesamaptaan IPDN 2026
Untuk penerimaan IPDN 2026, kesamaptaan ditempatkan cukup jauh setelah SKD.
Berdasarkan timeline resmi SPCP IPDN 2026:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pengumuman Hasil SKD | 10 Oktober 2026 |
| Verifikasi Faktual dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris | 11 Oktober 2026 |
| Tes Kesehatan Tahap I | 12 Oktober 2026 |
| Tes Psikologi, Integritas & Kejujuran | 13 Oktober 2026 |
| Kesehatan II, Kesamaptaan dan Wawancara | Oktober–November 2026 |
| Pengumuman Kelulusan Akhir & Registrasi | November 2026 |
Seleksi penentuan akhir tersebut diselenggarakan di Kampus IPDN Jatinangor.
Perlu diperhatikan bahwa portal SPCP IPDN 2026 mencantumkan keberadaan tes kesamaptaan, tetapi rincian item tes, target repetisi, tabel nilai, dan batas kelulusan perlu mengikuti pedoman atau pengumuman resmi terbaru dari panitia.
Apakah Tes Kesamaptaan Ada Passing Grade?
Tidak ada satu passing grade kesamaptaan nasional yang otomatis berlaku pada seluruh sekolah kedinasan. Sistem penilaian mengikuti penyelenggara seleksi. Sebagian instansi dapat menggunakan nilai untuk setiap gerakan, sementara instansi lain dapat memiliki aturan dan standar tersendiri.
Karena itu, angka jumlah push up, jarak lari, pull up, sit up, ataupun waktu shuttle run yang berasal dari tahun sebelumnya tidak boleh langsung dianggap sebagai standar resmi 2026.
Peserta sebaiknya memeriksa pengumuman sekolah yang dipilih untuk mengetahui:
| Informasi yang Perlu Dicek | Alasannya |
|---|---|
| Jenis tes | Setiap instansi dapat berbeda |
| Durasi tes | Tidak selalu sama setiap seleksi |
| Jumlah repetisi | Bisa memiliki sistem penilaian berbeda |
| Teknik gerakan | Gerakan yang tidak sesuai dapat tidak dinilai |
| Standar nilai | Mengikuti ketentuan panitia |
| Pakaian dan perlengkapan | Dapat ditetapkan khusus oleh instansi |
| Lokasi dan jadwal | Mengikuti pengumuman masing-masing peserta |
Tes Kesamaptaan Dilakukan Setelah SKD?
Untuk Sekolah Kedinasan, tes kesamaptaan apabila dipersyaratkan umumnya termasuk dalam seleksi lanjutan, bukan komponen SKD CAT BKN.
BKN menjadwalkan SKD Sekolah Kedinasan 2026 pada 22 September–7 Oktober 2026. Setelah itu, peserta yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti tahapan lanjutan sesuai sekolah yang dipilih.
SKD sendiri menguji TWK, TIU, dan TKP, sedangkan kesamaptaan merupakan pengujian fisik yang dapat diterapkan terpisah oleh instansi.
Baca juga Tahapan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dari SKD hingga Seleksi Lanjutan
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Tes Kesamaptaan
Menghadapi tes fisik sebaiknya tidak dilakukan dengan latihan berat secara mendadak. Kondisi tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap aktivitas lari, kekuatan otot, maupun latihan kelincahan.
Peserta dapat meningkatkan kebugaran secara bertahap dengan memperhatikan teknik gerakan, konsistensi aktivitas fisik, istirahat yang cukup, kebutuhan cairan, serta asupan makanan yang seimbang. Jika mengalami cedera atau gangguan kesehatan, aktivitas berat sebaiknya tidak dipaksakan.
Yang juga penting, latihan perlu disesuaikan dengan ketentuan tes resmi instansi yang dilamar, bukan hanya mengikuti target angka yang beredar di media sosial.
Mini FAQ
Tes kesamaptaan adalah apa?
Tes kesamaptaan adalah pengujian kesiapan dan kemampuan fisik peserta. Tes ini dapat mengukur daya tahan, kekuatan, kecepatan, serta kelincahan melalui aktivitas fisik tertentu.
Tes kesamaptaan terdiri dari apa saja?
Jenisnya bergantung pada instansi. Dalam pola seleksi yang pernah dijelaskan pemerintah, tes dapat meliputi lari, push up, sit up, pull up atau chinning, serta shuttle run.
Apakah tes kesamaptaan sama dengan tes kesehatan?
Tidak. Tes kesehatan berfokus pada kondisi medis peserta, sedangkan tes kesamaptaan mengukur kemampuan fisik melalui aktivitas kebugaran.
Apakah semua Sekolah Kedinasan menggunakan tes kesamaptaan?
Tidak. Seleksi lanjutan ditentukan oleh masing-masing sekolah atau kementerian/lembaga. Peserta perlu membaca pengumuman resmi instansi yang dipilih.
Apakah IPDN 2026 memiliki tes kesamaptaan?
Ya. Portal resmi SPCP IPDN 2026 mencantumkan kesamaptaan dalam Seleksi Penentuan Akhir bersama Tes Kesehatan II dan wawancara.
Apakah ada passing grade tes kesamaptaan 2026?
Tidak ada satu passing grade nasional yang berlaku untuk seluruh Sekolah Kedinasan. Standar penilaian harus mengikuti ketentuan masing-masing penyelenggara.
Ringkasan
Tes kesamaptaan adalah tes untuk mengukur kesiapan dan kemampuan fisik peserta, termasuk aspek daya tahan, kekuatan, serta kelincahan. Bentuk tes yang pernah digunakan dalam seleksi pemerintah antara lain lari, push up, sit up, pull up atau chinning, dan shuttle run.
Dalam seleksi Sekolah Kedinasan, kesamaptaan termasuk jenis seleksi lanjutan yang dapat diterapkan sesuai ketentuan masing-masing instansi. Jadi, tidak semua sekolah menggunakan jenis maupun standar tes yang sama. Pada IPDN 2026, kesamaptaan secara resmi tercantum dalam Seleksi Penentuan Akhir bersama Tes Kesehatan II dan wawancara di Kampus IPDN Jatinangor.
Sumber Referensi
- Kementerian PANRB – Kenali Tahapan Menjadi Praja IPDN
- Kementerian PANRB – Kenali Tes Kesamaptaan
- Badan Kepegawaian Negara – Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Portal SPCP IPDN 2026




