Tes kesamaptaan Poltekim menjadi salah satu tahapan yang banyak dicari calon taruna setelah mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar. Namun, ada perubahan penting pada penerimaan 2026. Politeknik Imigrasi atau Poltekim tidak lagi digunakan sebagai nama sekolah kedinasan yang berdiri sendiri dalam penerimaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan 2026. Penerimaan tahun ini menggunakan nama Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia atau Poltekimipas.
Berdasarkan Pengumuman Penerimaan Calon Taruna/Taruni Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun Anggaran 2026, seleksi Poltekimipas terdiri atas Seleksi Administrasi, SKD, kemudian Seleksi Lanjutan berupa Kesehatan dan Pengamatan Fisik, Kesamaptaan, Psikologi, serta Wawancara dan Keterampilan. Seluruh tahapan menggunakan sistem gugur.
Baca juga Tes Kesamaptaan Sekolah Kedinasan 2026: Lari, Push Up, Sit Up hingga Shuttle Run
Poltekim Sekarang Menjadi Poltekimipas?

Untuk konteks penerimaan 2026, peserta perlu menggunakan istilah yang tepat. Pemerintah membuka penerimaan melalui Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) yang berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sekolah kedinasan ini tetap memiliki bidang pendidikan keimigrasian sehingga pencarian dengan kata “Poltekim” masih sangat berkaitan dengan penerimaan tersebut.
Pada penerimaan 2026, program pendidikan Poltekimipas mencakup enam program studi. Tiga di antaranya berada pada bidang keimigrasian, yaitu D-IV Hukum Keimigrasian, D-IV Administrasi Keimigrasian, dan D-IV Manajemen Teknologi Keimigrasian. Tiga lainnya bergerak di bidang pemasyarakatan.
Karena itu, dalam artikel ini istilah Tes Kesamaptaan Poltekim 2026 digunakan untuk menyesuaikan kata yang masih banyak dicari calon peserta, sedangkan nama resmi penerimaannya adalah Seleksi Kesamaptaan Poltekimipas 2026.
Tes Kesamaptaan Poltekim Ada di Tahap Berapa?
Kesamaptaan berada pada kelompok Seleksi Lanjutan. Peserta tidak langsung mengikuti tes fisik setelah mendaftar karena terlebih dahulu harus melewati seleksi administrasi dan SKD CAT BKN.
Urutan resmi seleksi Poltekimipas 2026 adalah:
| Urutan | Tahapan |
|---|---|
| 1 | Seleksi Administrasi |
| 2 | Seleksi Kompetensi Dasar CAT BKN |
| 3 | Seleksi Kesehatan dan Pengamatan Fisik |
| 4 | Seleksi Kesamaptaan |
| 5 | Seleksi Psikologi |
| 6 | Seleksi Wawancara dan Keterampilan |
| 7 | Pengumuman Kelulusan Akhir |
Urutan tersebut penting karena Seleksi Kesehatan dan Pengamatan Fisik dilaksanakan sebelum Kesamaptaan. Peserta baru dapat mengikuti tes fisik apabila memenuhi ketentuan pada tahapan sebelumnya.
Tes Kesamaptaan Poltekim Apa Saja?
Untuk penerimaan Poltekimipas 2026, pengumuman utama Kemenimipas telah memastikan adanya Seleksi Kesamaptaan, tetapi belum merinci pada dokumen pengumuman awal mengenai jumlah repetisi, waktu setiap gerakan, maupun tabel penilaiannya. Jadwal dan ketentuan lanjutan akan diumumkan melalui kanal resmi panitia.
Sebagai acuan bentuk tes, seleksi Poltekim dan Poltekip pada periode sebelumnya secara resmi menggunakan lari, pull up atau chinning, sit up, push up, dan shuttle run. Informasi tersebut berasal dari dokumentasi resmi Kementerian Hukum dan HAM saat Poltekim masih menjadi nama sekolah kedinasan tersendiri.
1. Lari
Lari digunakan untuk menguji kemampuan peserta mempertahankan aktivitas fisik dalam periode tertentu. Pada pola resmi Seleksi Kesamaptaan Poltekim dan Poltekip tahun sebelumnya, komponen ini dikenal sebagai Kesamaptaan A dan dilakukan dengan lari selama 12 menit.
Hasil lari berkaitan dengan daya tahan kardiorespirasi peserta. Karena tes berlangsung terus-menerus dalam periode tertentu, kemampuan mengatur ritme menjadi penting agar peserta tidak menghabiskan tenaga terlalu cepat pada menit awal.
Namun, durasi 12 menit tersebut berasal dari pola resmi seleksi tahun sebelumnya. Sampai ketentuan teknis Poltekimipas 2026 diterbitkan, angka tersebut lebih aman digunakan sebagai referensi latihan, bukan standar kelulusan terbaru.
2. Pull Up atau Chinning
Dalam pola Kesamaptaan Poltekim terdahulu, peserta pria menjalani pull up, sedangkan peserta wanita menggunakan chinning atau modified pull up. Pada beberapa pelaksanaan resmi Kemenkumham, gerakan tersebut diberi waktu maksimal satu menit.
Pull up menuntut kekuatan otot lengan, bahu, punggung, dan kemampuan mengangkat berat badan sendiri. Karena gerakannya cukup berat, kemampuan ini umumnya membutuhkan latihan bertahap dan tidak mudah ditingkatkan dalam waktu singkat.
Untuk 2026, peserta sebaiknya tidak langsung menganggap pembagian pull up untuk pria dan chinning untuk wanita pasti identik dengan tahun sebelumnya. Ketentuan akhirnya harus mengikuti pedoman Seleksi Kesamaptaan Poltekimipas terbaru.
3. Sit Up
Sit up termasuk komponen yang secara konsisten digunakan dalam Seleksi Kesamaptaan Poltekim dan Poltekip pada periode terdahulu. Tes ini terutama berkaitan dengan kemampuan dan daya tahan otot inti, khususnya bagian perut.
Pada pola seleksi terdahulu, sit up diberikan dalam durasi tertentu dan peserta harus melakukan gerakan dengan teknik yang dinilai sah oleh penguji. Karena itu, mengejar repetisi tanpa memperhatikan bentuk gerakan dapat membuat sebagian gerakan tidak diperhitungkan.
Calon peserta dapat mulai membiasakan diri melakukan sit up dengan teknik yang konsisten, tetapi target repetisi resmi tetap harus menunggu petunjuk teknis seleksi 2026.
4. Push Up
Push up digunakan untuk menilai kekuatan sekaligus daya tahan tubuh bagian atas. Komponen ini juga tercatat dalam pelaksanaan resmi Seleksi Kesamaptaan Poltekim dan Poltekip sebelumnya.
Dalam pola kesamaptaan Kemenkumham sebelumnya, push up dilakukan dengan waktu maksimal satu menit. Akan tetapi, jumlah repetisi tertentu tidak sebaiknya ditulis sebagai passing grade Poltekimipas 2026 karena pengumuman penerimaan tahun ini belum merilis tabel nilai kesamaptaan.
Peserta lebih baik membangun kemampuan secara bertahap sambil membiasakan teknik yang benar, kemudian menyesuaikan pola latihan setelah panitia menerbitkan instruksi terbaru.
5. Shuttle Run
Shuttle run menjadi bagian terakhir dari pola Kesamaptaan Poltekim terdahulu. Tes ini dilakukan melalui lari bolak-balik dan digunakan untuk melihat kemampuan peserta dalam bergerak cepat sekaligus mengubah arah tubuh.
Pada seleksi sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM menggunakan pola shuttle run 6 x 10 meter. Gerakan ini lebih menekankan kelincahan, koordinasi, akselerasi, dan efisiensi ketika melakukan perubahan arah.
Sekali lagi, pola 6 x 10 meter merupakan standar yang terdokumentasi pada seleksi sebelumnya. Peserta Poltekimipas 2026 tetap perlu mengikuti ketentuan yang diumumkan panitia Kemenimipas untuk memastikan jarak dan teknisnya.
Baca juga Tes Fisik Sekolah Kedinasan 2026, Cek Jenis Tes dan Instansi yang Menggunakannya
Ringkasan Jenis Tes Kesamaptaan Poltekim
Agar lebih mudah dipahami, pola Kesamaptaan Poltekim tahun sebelumnya dapat diringkas sebagai berikut.
| Jenis Tes | Pola Seleksi Sebelumnya | Kemampuan yang Diukur |
|---|---|---|
| Lari | 12 menit | Daya tahan tubuh |
| Pull Up | Maksimal 1 menit pada pola tertentu | Kekuatan tubuh bagian atas |
| Chinning | Digunakan untuk peserta wanita pada pola terdahulu | Kekuatan lengan dan tubuh atas |
| Sit Up | Maksimal 1 menit | Kekuatan dan daya tahan otot inti |
| Push Up | Maksimal 1 menit | Kekuatan dan daya tahan tubuh atas |
| Shuttle Run | 6 x 10 meter | Kelincahan dan perubahan arah |
Catatan: tabel tersebut menggambarkan pola seleksi Poltekim/Poltekip sebelumnya, bukan tabel teknis resmi Kesamaptaan Poltekimipas 2026. Ketentuan terbaru wajib mengikuti pengumuman Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kapan Tes Kesamaptaan Poltekimipas 2026?
Berdasarkan pengumuman penerimaan Kemenimipas 2026, SKD CAT BKN dilaksanakan pada 22 September–7 Oktober 2026. Hasil SKD sekaligus jadwal Tes Kesehatan dijadwalkan diumumkan pada periode 1–13 Oktober 2026.
Setelah itu terdapat Seleksi Kesehatan dan Pengamatan Fisik. Jadwal Kesamaptaan akan diumumkan setelah hasil tahap kesehatan, sehingga pengumuman awal belum menetapkan satu tanggal nasional tertentu untuk seluruh peserta.
Per 23 September 2026, peserta masih berada dalam periode SKD Sekolah Kedinasan. BKN secara resmi menyebut SKD berlangsung 22 September sampai 7 Oktober dan diikuti lebih dari 103 ribu peserta sekolah kedinasan dari berbagai instansi.
Dengan demikian, informasi yang menyatakan Tes Kesamaptaan Poltekimipas sudah berlangsung pada September 2026 perlu diperiksa kembali karena tahapan resminya masih berada pada SKD.
Apakah Tes Kesamaptaan Menggunakan Sistem Gugur?
Ya. Pengumuman penerimaan Poltekimipas 2026 menyatakan bahwa Seleksi Lanjutan menggunakan sistem gugur, termasuk Seleksi Kesehatan dan Pengamatan Fisik, Kesamaptaan, Psikologi, serta Wawancara dan Keterampilan.
Artinya, hasil Kesamaptaan bukan sekadar nilai tambahan yang dapat diabaikan. Peserta harus memenuhi ketentuan panitia untuk dapat melanjutkan ke Seleksi Psikologi.
Karena sistemnya menggugurkan, peserta juga tidak sebaiknya hanya mengandalkan nilai SKD yang tinggi. Setiap tahapan memiliki ketentuan kelulusan sendiri.
Apakah Ada Passing Grade Kesamaptaan Poltekim 2026?
Sampai informasi resmi yang tersedia pada 23 September 2026, Kemenimipas belum memublikasikan tabel passing grade atau angka minimal setiap komponen Kesamaptaan Poltekimipas 2026 dalam pengumuman penerimaan awal.
Pengumuman hanya memastikan bahwa Seleksi Kesamaptaan merupakan bagian dari Seleksi Lanjutan dan menggunakan sistem gugur. Jadwal dan informasi teknis akan diumumkan melalui laman resmi panitia.
Karena itu, angka target lari, jumlah pull up, sit up, push up, atau waktu shuttle run yang berasal dari seleksi lama tidak boleh langsung disebut sebagai passing grade resmi 2026.
Apakah Lari Minimal 1.200 Meter Masih Berlaku?
Dalam pelaksanaan Seleksi Kesamaptaan Poltekim dan Poltekip tahun 2022, Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan pernah mencantumkan Kesamaptaan A berupa lari 12 menit dengan jarak minimal 1.200 meter.
Namun, angka tersebut merupakan ketentuan pada seleksi terdahulu. Tidak ada dasar untuk otomatis menjadikannya sebagai batas minimal Poltekimipas 2026.
Untuk artikel terbaru, lebih aman menyebut angka tersebut hanya sebagai referensi historis apabila memang diperlukan. Standar resmi tahun 2026 baru dapat dipastikan setelah panitia Kemenimipas menerbitkan petunjuk Seleksi Kesamaptaan.
Apa Bedanya Tes Kesehatan dengan Kesamaptaan?

Kedua tahap tersebut berbeda dan pada penerimaan Poltekimipas 2026 bahkan ditempatkan secara berurutan. Seleksi Kesehatan dan Pengamatan Fisik dilakukan terlebih dahulu, kemudian peserta yang lolos melanjutkan ke Seleksi Kesamaptaan.
Tes kesehatan digunakan untuk memeriksa kondisi kesehatan dan keadaan fisik peserta berdasarkan standar yang ditentukan penyelenggara. Sementara Kesamaptaan berfokus pada kemampuan peserta menjalani aktivitas fisik seperti lari, gerakan kekuatan, dan tes kelincahan.
Karena itu, peserta yang merasa memiliki kemampuan olahraga baik tetap harus memenuhi persyaratan pada pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum dapat mengikuti Kesamaptaan.
Hal yang Perlu Disiapkan untuk Tes Kesamaptaan
Latihan fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap dan konsisten. Berdasarkan pola seleksi Poltekim terdahulu, peserta dapat membangun kemampuan pada aspek daya tahan lari, kekuatan tubuh bagian atas, otot inti, serta kelincahan sambil menunggu pengumuman teknis terbaru.
Peserta juga sebaiknya membiasakan teknik gerakan yang benar. Pada tes fisik, repetisi yang dilakukan dengan teknik tidak sesuai dapat berisiko tidak dinilai oleh penguji, selain meningkatkan kemungkinan cedera.
Kondisi tubuh menjelang ujian juga perlu diperhatikan. Tidur yang cukup, kebutuhan cairan, asupan makan, dan pemulihan setelah latihan sama pentingnya dengan intensitas latihan. Jangan menaikkan beban latihan secara ekstrem hanya beberapa hari sebelum seleksi.
Yang paling penting adalah selalu menyesuaikan latihan dengan pengumuman resmi Kemenimipas setelah jadwal Kesamaptaan diterbitkan.
Baca juga Tahapan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dari SKD hingga Seleksi Lanjutan
Di Mana Melihat Jadwal Kesamaptaan Poltekimipas?
Panitia Kemenimipas mengarahkan peserta untuk memantau informasi penerimaan melalui laman resmi catar.kemenimipas.go.id serta kanal media sosial resmi Catar Imipas. Informasi mengenai perubahan jadwal juga akan diumumkan melalui kanal tersebut.
Peserta sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari grup WhatsApp, Telegram, atau akun tidak resmi. Kesalahan tanggal atau standar tes dapat membuat persiapan menjadi tidak sesuai dengan ketentuan panitia.
Mini FAQ
Tes Kesamaptaan Poltekim 2026 apa saja?
Kemenimipas sudah menetapkan Seleksi Kesamaptaan sebagai bagian seleksi Poltekimipas 2026, tetapi rincian teknisnya belum diumumkan dalam pengumuman awal. Pada pola seleksi Poltekim sebelumnya, tes meliputi lari 12 menit, pull up atau chinning, sit up, push up, dan shuttle run.
Apakah Poltekim masih membuka penerimaan 2026?
Pada 2026 penerimaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menggunakan nama Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia atau Poltekimipas. Di dalamnya tetap terdapat program studi bidang keimigrasian.
Kapan Tes Kesamaptaan Poltekimipas 2026?
Tanggal Seleksi Kesamaptaan belum ditetapkan dalam pengumuman awal. Jadwal akan diumumkan setelah Seleksi Kesehatan dan Pengamatan Fisik melalui kanal resmi Kemenimipas.
Apakah Tes Kesamaptaan Poltekim menggunakan lari 12 menit?
Lari 12 menit digunakan pada pola resmi seleksi Poltekim dan Poltekip tahun sebelumnya. Untuk penerimaan Poltekimipas 2026, peserta harus menunggu ketentuan teknis terbaru dari panitia.
Apakah ada push up dan sit up?
Push up dan sit up merupakan bagian Kesamaptaan Poltekim pada seleksi terdahulu. Keduanya relevan sebagai referensi latihan, tetapi rincian resmi Poltekimipas 2026 tetap mengikuti pengumuman Kemenimipas.
Apakah Tes Kesamaptaan Poltekimipas menggunakan sistem gugur?
Ya. Pengumuman penerimaan 2026 menyebut Seleksi Lanjutan, termasuk Kesamaptaan, menggunakan sistem gugur.
Ringkasan
Tes Kesamaptaan Poltekim 2026 saat ini lebih tepat disebut Seleksi Kesamaptaan Poltekimipas 2026. Penerimaan berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan menggunakan sistem gugur. Kesamaptaan dilaksanakan setelah peserta lolos Seleksi Kesehatan dan Pengamatan Fisik, kemudian peserta yang memenuhi ketentuan melanjutkan ke Seleksi Psikologi.
Kemenimipas belum memublikasikan rincian teknis Kesamaptaan 2026 dalam pengumuman awal. Berdasarkan pola resmi Poltekim dan Poltekip tahun sebelumnya, bentuk tes pernah terdiri dari lari 12 menit, pull up atau chinning, sit up, push up, dan shuttle run 6 x 10 meter. Informasi tersebut sebaiknya digunakan sebagai referensi latihan, bukan passing grade atau standar resmi Poltekimipas 2026, sampai panitia menerbitkan ketentuan terbaru.
Sumber Referensi
- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan – Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2026
- Badan Kepegawaian Negara – Pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan Tahun 2026
- Kementerian Hukum dan HAM – Seleksi Kesamaptaan Calon Taruna Poltekim dan Poltekip
- Kementerian Hukum dan HAM – Ketentuan Pelaksanaan Ujian Kesamaptaan




