Tes Kesamaptaan IPDN 2026 Apa Saja? Cek Lari, Push Up, Sit Up hingga Shuttle Run

Tes kesamaptaan IPDN merupakan salah satu tahapan yang perlu diperhatikan peserta Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP). Pada penerimaan 2026, portal resmi SPCP IPDN menempatkan Kesamaptaan dalam Seleksi Penentuan Akhir bersama Tes Kesehatan II dan Wawancara di Kampus IPDN Jatinangor. Tahapan ini baru dijalani setelah peserta melewati SKD dan serangkaian seleksi lanjutan lainnya.

Per 23 September 2026, peserta Sekolah Kedinasan masih berada dalam periode pelaksanaan SKD CAT BKN yang berlangsung 22 September–7 Oktober 2026. Artinya, Tes Kesamaptaan IPDN 2026 belum berlangsung. Yang juga perlu diperhatikan, panitia IPDN belum memublikasikan rincian teknis terbaru mengenai item, jumlah repetisi, waktu, maupun standar nilai Kesamaptaan 2026 pada halaman publiknya.

Baca juga Tes Kesamaptaan Sekolah Kedinasan 2026: Lari, Push Up, Sit Up hingga Shuttle Run

Tes Kesamaptaan IPDN 2026 Ada di Tahap Mana?

Portal resmi SPCP IPDN 2026 menempatkan Kesamaptaan pada Seleksi Penentuan Akhir. Tahap tersebut dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor dan terdiri dari Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, serta Wawancara.

Sebelum mencapai tahap tersebut, peserta masih harus melalui beberapa seleksi. Berdasarkan timeline terbaru yang ditampilkan portal SPCP IPDN, urutannya adalah:

Tahapan IPDN 2026Jadwal
SKD CAT BKN22 September–7 Oktober 2026
Pengumuman Hasil SKD10 Oktober 2026
Verifikasi Faktual dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris11 Oktober 2026
Tes Kesehatan Tahap I12 Oktober 2026
Tes Psikologi, Integritas & Kejujuran13 Oktober 2026
Seleksi Penentuan Akhir: Kesehatan II, Kesamaptaan, Wawancara14 Oktober–November 2026
Pengumuman Kelulusan Akhir & Registrasi Calon Praja15 November 2026

Jadwal khusus tersebut berasal dari portal SPCP IPDN. Sementara BKN menetapkan jadwal nasional Sekolah Kedinasan sebagai pedoman umum dan menegaskan bahwa tahapan seleksi lanjutan mengikuti ketentuan kementerian atau lembaga masing-masing.

Tes Kesamaptaan IPDN Apa Saja?

Untuk IPDN 2026, daftar item teknis Kesamaptaan belum dirinci secara lengkap pada halaman publik SPCP yang tersedia per 23 September. Karena itu, belum tepat menyatakan bahwa semua item berikut pasti digunakan dengan format yang sama pada 2026.

Namun, Kementerian PANRB dalam penjelasan resmi mengenai tahapan seleksi calon Praja IPDN pada periode sebelumnya pernah menyebut bentuk Kesamaptaan berupa lari, push up, sit up, pull up atau chinning, dan shuttle run. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai gambaran jenis latihan sambil menunggu ketentuan resmi terbaru dari panitia IPDN.

1. Lari

Lari menjadi salah satu bentuk tes fisik yang pernah digunakan dalam Kesamaptaan calon Praja IPDN. Pengujian ini berkaitan dengan kemampuan peserta mempertahankan aktivitas fisik dan menggambarkan tingkat daya tahan kardiorespirasi.

Kementerian PANRB pernah menjelaskan pola lari berdasarkan durasi dan jarak pada seleksi IPDN terdahulu. Namun, durasi dan batas jarak tersebut tidak boleh langsung disebut sebagai standar resmi IPDN 2026, karena panitia belum memublikasikan petunjuk teknis Kesamaptaan terbaru untuk penerimaan tahun ini.

Bagi calon peserta, lari tetap relevan dijadikan bagian dari latihan fisik secara bertahap. Fokus latihan sebaiknya diarahkan pada peningkatan daya tahan tanpa memaksakan kondisi tubuh menjelang tes.

2. Push Up

Push up digunakan untuk melihat kemampuan dan daya tahan otot tubuh bagian atas. Dalam penjelasan resmi Kementerian PANRB mengenai pola Kesamaptaan IPDN sebelumnya, push up termasuk salah satu komponen yang diujikan.

Pelaksanaan tes fisik bukan hanya berkaitan dengan banyaknya repetisi. Teknik gerakan juga dapat menjadi bagian penting karena gerakan yang tidak memenuhi ketentuan penguji dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian.

Kementerian PANRB pernah memublikasikan jumlah repetisi tertentu dalam seleksi terdahulu. Angka tersebut sebaiknya tidak diposisikan sebagai target kelulusan IPDN 2026 sampai panitia mengeluarkan pedoman terbaru.

3. Sit Up

Sit up digunakan untuk menguji daya tahan dan kemampuan otot bagian tengah tubuh, terutama area perut. Gerakan ini juga tercantum dalam penjelasan Kementerian PANRB mengenai bentuk Kesamaptaan IPDN sebelumnya.

Saat berlatih, peserta perlu lebih memperhatikan konsistensi dan teknik gerakan daripada hanya mengejar jumlah sebanyak mungkin. Pola penilaian, durasi, serta jumlah gerakan yang dianggap sah harus mengikuti ketentuan panitia pada hari seleksi.

Karena pedoman rinci Kesamaptaan IPDN 2026 belum tersedia secara publik, angka repetisi dari tahun lama hanya dapat digunakan sebagai gambaran latihan, bukan passing grade.

4. Pull Up atau Chinning

Kementerian PANRB juga pernah mencantumkan pull up dan chinning dalam Kesamaptaan calon Praja IPDN. Pull up dilakukan menggunakan palang horizontal dengan mengangkat tubuh menggunakan kekuatan tubuh bagian atas.

Pada pola seleksi terdahulu terdapat perbedaan bentuk gerakan tertentu berdasarkan ketentuan peserta. Namun, ketentuan berdasarkan jenis kelamin, jumlah repetisi, maupun sistem penilaian tidak boleh otomatis diterapkan untuk seleksi 2026.

Calon Praja sebaiknya menunggu petunjuk teknis resmi IPDN untuk mengetahui jenis gerakan yang digunakan pada penerimaan tahun ini.

5. Shuttle Run

Shuttle run merupakan lari bolak-balik pada jarak pendek dengan perubahan arah yang cepat. Tes ini biasanya berkaitan dengan kelincahan, akselerasi, koordinasi gerakan, serta kemampuan mengubah arah tubuh secara cepat.

Shuttle run juga termasuk bentuk kesamaptaan yang pernah disebut Kementerian PANRB dalam penjelasan seleksi calon Praja IPDN.

Sama seperti komponen lainnya, jumlah putaran, panjang lintasan, batas waktu, maupun standar nilainya untuk IPDN 2026 belum sebaiknya ditentukan berdasarkan ketentuan lama tanpa pengumuman baru.

Baca juga Tes Fisik Sekolah Kedinasan 2026, Cek Jenis Tes dan Instansi yang Menggunakannya

Apakah Ada Tes Antropometri IPDN 2026?

Informasi mengenai antropometri juga muncul pada rangkaian Seleksi Penentuan Akhir dalam sejumlah publikasi yang merujuk pada jadwal SPCP IPDN 2026. Antropometri secara umum berkaitan dengan pengukuran karakteristik fisik tubuh.

Namun, halaman utama portal SPCP IPDN yang tersedia saat ini secara ringkas mencantumkan Seleksi Penentuan Akhir sebagai Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara.

Karena terdapat perbedaan tingkat perincian antara publikasi, untuk artikel yang mengutamakan informasi resmi lebih aman menempatkan Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara sebagai komponen yang sudah jelas dicantumkan portal SPCP, sedangkan rincian antropometri harus mengikuti pedoman teknis lanjutan dari IPDN.

Apakah Tes Kesamaptaan IPDN Sama dengan Tes Kesehatan?

Tidak sama. Portal SPCP IPDN sendiri menempatkan keduanya sebagai komponen yang berbeda. Sebelum Seleksi Penentuan Akhir, peserta menjalani Tes Kesehatan Tahap I, sementara dalam tahap akhir terdapat Tes Kesehatan II sekaligus Kesamaptaan dan Wawancara.

Tes kesehatan berfokus pada kondisi medis peserta berdasarkan pemeriksaan yang ditetapkan panitia. Sementara Kesamaptaan lebih berkaitan dengan kemampuan tubuh saat menjalani aktivitas fisik.

Perbedaannya dapat diringkas sebagai berikut:

Tes KesehatanTes Kesamaptaan
Memeriksa kondisi kesehatan pesertaMengukur kemampuan fisik peserta
Melibatkan pemeriksaan medis sesuai ketentuanMelibatkan aktivitas fisik
Dilaksanakan dalam tahap kesehatanMenjadi komponen seleksi fisik
Fokus pada kondisi tubuh secara medisFokus pada daya tahan, kekuatan, dan kelincahan

Dengan demikian, peserta tetap harus menjalani masing-masing tahapan sesuai ketentuan meskipun sebelumnya telah dinyatakan lolos Tes Kesehatan Tahap I.

Apakah Ada Passing Grade Kesamaptaan IPDN 2026?

Sampai 23 September 2026, belum ditemukan publikasi resmi IPDN yang menetapkan satu angka passing grade Kesamaptaan IPDN 2026 lengkap dengan tabel nilai setiap gerakan pada halaman publik SPCP.

Karena itu, angka minimal lari, push up, sit up, pull up, atau shuttle run yang berasal dari seleksi lama tidak boleh langsung disebut sebagai passing grade tahun ini.

Hal ini penting karena artikel Kementerian PANRB yang menjelaskan angka-angka Kesamaptaan diterbitkan untuk pola seleksi IPDN pada periode sebelumnya. Informasinya berguna untuk memahami bentuk tes, tetapi bukan petunjuk teknis resmi SPCP IPDN 2026.

Peserta sebaiknya memeriksa pedoman dan pengumuman terbaru IPDN menjelang Seleksi Penentuan Akhir karena dari sanalah standar gerakan, durasi, nilai, pakaian, jadwal, dan ketentuan peserta akan menjadi acuan.

Standar Kesamaptaan IPDN Tahun Sebelumnya

Untuk memberikan gambaran, Kementerian PANRB pernah memublikasikan pola Kesamaptaan calon Praja IPDN pada seleksi terdahulu. Informasi lama tersebut mencakup lari, push up, sit up, pull up atau chinning, serta shuttle run dengan ketentuan jumlah atau waktu tertentu.

Akan tetapi, sebaiknya jangan menyalin angka lama sebagai tabel “standar IPDN 2026”. Bila ingin mencantumkannya dalam artikel, label yang paling aman adalah:

“Contoh standar Kesamaptaan pada seleksi IPDN tahun sebelumnya—bukan standar resmi IPDN 2026.”

Cara penyajian tersebut mencegah pembaca salah memahami data historis sebagai ketentuan terbaru.

Kapan Tes Kesamaptaan IPDN 2026?

Portal SPCP IPDN menempatkan Seleksi Penentuan Akhir mulai 14 Oktober hingga November 2026 di Kampus IPDN Jatinangor. Rangkaian tersebut mencakup Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara.

Tanggal dan sesi individu peserta tetap harus mengikuti pengumuman panitia. Peserta tidak sebaiknya memperkirakan sendiri tanggal tes hanya berdasarkan rentang periode tersebut.

Per 23 September 2026, tahap yang sedang berlangsung secara nasional masih SKD Sekolah Kedinasan. BKN mencatat SKD 2026 berlangsung 22 September–7 Oktober 2026 dengan 103.647 peserta dan 36 titik lokasi CAT BKN di seluruh Indonesia.

Di Mana Tes Kesamaptaan IPDN 2026 Dilaksanakan?

Portal resmi SPCP IPDN secara jelas mencantumkan bahwa Seleksi Penentuan Akhir dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor.

Karena Kesamaptaan menjadi bagian dari Seleksi Penentuan Akhir, peserta yang nantinya mencapai tahap tersebut perlu mengikuti informasi mengenai jadwal kedatangan, lokasi, perlengkapan, pakaian, serta ketentuan lain yang diterbitkan panitia.

Peserta juga perlu mewaspadai informasi yang berasal dari akun atau pihak tidak resmi. Portal SPCP IPDN memberikan peringatan bahwa panitia tidak pernah meminta imbalan dalam bentuk apa pun dan tidak menjamin kelulusan peserta.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Tes Kesamaptaan IPDN

Karena Kesamaptaan menguji kondisi fisik, latihan sebaiknya dibangun secara bertahap jauh sebelum jadwal seleksi. Aktivitas dapat diarahkan pada peningkatan daya tahan, kekuatan tubuh bagian atas, kekuatan otot perut, dan kelincahan.

Peserta dapat memasukkan beberapa aktivitas seperti lari, push up, sit up, pull up atau latihan kekuatan tubuh bagian atas, serta latihan perubahan arah. Jenis tersebut relevan dengan pola Kesamaptaan IPDN yang pernah dipublikasikan pemerintah.

Namun, latihan tidak perlu dilakukan secara berlebihan menjelang tes. Kondisi tubuh, waktu istirahat, kebutuhan cairan, teknik gerakan, dan pemulihan tetap perlu diperhatikan. Apabila mengalami cedera atau kondisi kesehatan tertentu, aktivitas berat sebaiknya tidak dipaksakan.

Yang paling penting, setelah petunjuk teknis Kesamaptaan SPCP IPDN 2026 diterbitkan, latihan harus disesuaikan dengan ketentuan resmi tersebut, bukan sekadar mengikuti target yang beredar di media sosial.

Baca juga Tahapan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dari SKD hingga Seleksi Lanjutan

Mini FAQ

Tes Kesamaptaan IPDN 2026 apa saja?

Rincian item resmi Kesamaptaan IPDN 2026 belum dipublikasikan secara lengkap. Pada pola seleksi IPDN sebelumnya, Kementerian PANRB mencantumkan lari, push up, sit up, pull up atau chinning, dan shuttle run.

Kapan Tes Kesamaptaan IPDN 2026 dilaksanakan?

Kesamaptaan berada dalam Seleksi Penentuan Akhir yang oleh portal SPCP IPDN dijadwalkan mulai 14 Oktober hingga November 2026.

Di mana Tes Kesamaptaan IPDN 2026 dilaksanakan?

Portal resmi SPCP IPDN mencantumkan Seleksi Penentuan Akhir yang meliputi Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor.

Apakah ada lari dalam Tes Kesamaptaan IPDN?

Lari termasuk jenis Kesamaptaan yang pernah digunakan dalam seleksi IPDN terdahulu. Namun peserta tetap perlu menunggu pedoman 2026 untuk memastikan format dan standar terbarunya.

Apakah ada push up dan sit up dalam Kesamaptaan IPDN?

Push up dan sit up termasuk komponen yang pernah dicantumkan Kementerian PANRB dalam pola Kesamaptaan IPDN sebelumnya. Rincian resmi 2026 harus mengikuti petunjuk panitia SPCP IPDN terbaru.

Berapa passing grade Tes Kesamaptaan IPDN 2026?

Sampai informasi resmi yang tersedia per 23 September 2026, belum ada tabel passing grade Kesamaptaan IPDN 2026 yang dipublikasikan secara lengkap pada halaman publik SPCP IPDN.

Ringkasan

Tes Kesamaptaan IPDN 2026 merupakan bagian dari Seleksi Penentuan Akhir bersama Tes Kesehatan II dan Wawancara. Portal resmi SPCP IPDN menjadwalkan tahap tersebut mulai 14 Oktober hingga November 2026 di Kampus IPDN Jatinangor setelah peserta melewati SKD, Verifikasi Faktual dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris, Tes Kesehatan Tahap I, serta Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran.

Rincian teknis Kesamaptaan 2026 belum dipublikasikan secara lengkap. Berdasarkan pola resmi IPDN sebelumnya, jenis tes pernah meliputi lari, push up, sit up, pull up atau chinning, dan shuttle run. Namun, jumlah repetisi, durasi, serta standar nilai dari seleksi lama tidak boleh langsung dianggap sebagai ketentuan resmi IPDN 2026 sebelum panitia menerbitkan pedoman terbaru.

Sumber Referensi

  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Portal SPCP IPDN 2026
  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Pedoman Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2026
  • Badan Kepegawaian Negara – Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026
  • Badan Kepegawaian Negara – Pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan 2026
  • Kementerian PANRB – Kenali Tahapan Menjadi Praja IPDN
Bagikan :

Promo Lolos SKD Kedinasan 2026:

KODE PROMO JADISEKDIN
KODE PROMO JADISEKDIN 25 September 2026 (Artikel)
previous arrow
next arrow

Artikel Lainnya :

Coba Gratis Latihan Soal

Dapatkan akses untuk mengerjakan latihan soal tes Sekolah Kedinasan 2026 dan temukan panduan belajar yang dirancang khusus untuk pejuang sekolah kedinasan.

Mulai Perjalanan Belajar Sekdin-mu Sekarang
Siap Kejar Sekolah Kedinasan?

Temukan strategi belajar yang tepat agar persiapanmu lebih fokus, terarah, dan percaya diri menghadapi seleksi.