Seleksi Sekolah Kedinasan 2026: Tahapan, Jadwal SKD, Formasi, dan Seleksi Lanjutan

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Tahapan, Jadwal SKD, Formasi, dan Seleksi Lanjutan

Seleksi sekolah kedinasan 2026 resmi memasuki rangkaian penerimaan peserta didik. Badan Kepegawaian Negara menetapkan masa pendaftaran berlangsung pada 18–30 Agustus 2026, sehingga calon peserta perlu memastikan seluruh dokumen dan persyaratan sudah disiapkan sebelum batas akhir. Setelah tahapan administrasi selesai, Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD dengan metode CAT BKN dijadwalkan berlangsung pada 22 September–7 Oktober 2026.

Pada penerimaan tahun ini, pemerintah menyediakan 4.770 kebutuhan CPNS melalui jalur sekolah kedinasan. Formasi tersebut tersebar pada sembilan kementerian dan lembaga penyelenggara. Beberapa sekolah kedinasan yang masuk dalam penerimaan 2026 antara lain IPDN, PKN STAN, Politeknik Statistika STIS, Politeknik Siber dan Sandi Negara, STMKG, STIN, serta sekolah kedinasan lain yang berada di bawah kementerian terkait.

Proses seleksi sekolah kedinasan tidak berhenti pada pendaftaran dan pemeriksaan berkas. Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi harus melanjutkan ke tahap SKD. Setelah itu, peserta yang lolos kembali akan mengikuti seleksi lanjutan yang mekanisme, jenis tes, dan ketentuannya dapat berbeda pada masing-masing kementerian atau lembaga penyelenggara. Karena itu, peserta tetap perlu memantau pengumuman resmi dari instansi yang dipilih.

Ketentuan penerimaan tahun ini juga memiliki dasar regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan. Regulasi tersebut menjadi salah satu acuan penting dalam pelaksanaan penerimaan 2026, sehingga calon peserta sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari tahun sebelumnya. Jadwal, formasi, persyaratan, dan tahapan seleksi perlu selalu dicocokkan dengan pengumuman resmi BKN serta kementerian atau lembaga yang membuka penerimaan.

1. Mengenal Seleksi Sekolah Kedinasan 2026

Seleksi sekolah kedinasan merupakan proses penerimaan peserta didik pada perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah kementerian dan lembaga pemerintah. Pada 2026, pemerintah menyediakan total 4.770 formasi yang tersebar pada sembilan instansi penyelenggara, sehingga calon peserta memiliki beberapa pilihan sekolah sesuai minat, kualifikasi, dan ketentuan masing-masing instansi.

Pelaksanaan seleksi dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan Panitia Seleksi Nasional, Badan Kepegawaian Negara atau BKN, serta kementerian atau lembaga penyelenggara. Setiap instansi dapat memiliki persyaratan khusus, tetapi rangkaian seleksinya tetap mengikuti jadwal nasional yang sudah ditetapkan.

Salah satu tahapan penting dalam seleksi sekolah kedinasan 2026 adalah Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD. Tahap ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN, sehingga peserta mengerjakan soal melalui komputer pada lokasi dan sesi yang telah ditentukan. Hasil SKD kemudian menjadi salah satu dasar untuk menentukan peserta yang dapat melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya sesuai ketentuan instansi yang dipilih.

Baca juga: Mengenal Materi Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan

Dasar Resmi Seleksi Sekolah Kedinasan

Ketentuan penerimaan peserta didik sekolah kedinasan saat ini mengacu pada PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan. Peraturan tersebut ditetapkan pada 15 Juli 2026 dan diundangkan pada 16 Juli 2026. Regulasi ini menjadi salah satu dasar utama dalam pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan tahun 2026, mulai dari mekanisme penerimaan, pengaturan tahapan seleksi, hingga ketentuan yang perlu diperhatikan oleh kementerian dan lembaga penyelenggara.

Sementara itu, jadwal nasional penerimaan 2026 ditetapkan melalui Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tanggal 12 Agustus 2026. Surat tersebut menjadi pedoman jadwal bagi sembilan kementerian dan lembaga penyelenggara, sehingga rangkaian mulai dari pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, masa sanggah, pelaksanaan SKD, hingga seleksi lanjutan dapat berjalan dalam kerangka waktu yang sudah ditentukan.

Untuk tahapan SKD, pemerintah juga menetapkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026 mengenai nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar penerimaan peserta didik sekolah kedinasan tahun 2026. Ketentuan ini menjadi acuan penting bagi peserta karena nilai SKD tidak hanya dilihat dari total skor, tetapi juga dari pemenuhan nilai ambang batas pada materi yang ditetapkan.

Karena dasar aturan dan jadwal tahun 2026 telah diperbarui, calon peserta sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari penerimaan tahun sebelumnya. Pengumuman BKN, ketentuan kementerian atau lembaga yang dipilih, serta regulasi resmi tahun berjalan tetap perlu dijadikan rujukan utama selama mengikuti seluruh proses seleksi.

Instansi dan Formasi Sekolah Kedinasan 2026

Kementerian PANRB mencatat sembilan instansi penyelenggara dengan total 4.770 formasi pada seleksi tahun 2026.

Sekolah Kedinasan/Instansi Formasi 2026
Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Kemendagri 1.410
22 Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan 891
PKN STAN – Kementerian Keuangan 1.000
Politeknik Siber dan Sandi Negara – BSSN 50
Politeknik Statistika STIS – BPS 564
Politeknik Pengayoman Indonesia – Kementerian Hukum 250
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan 375
STMKG – BMKG 130
STIN – BIN 100
Total 4.770

Geser tabel ke samping pada perangkat seluler untuk melihat seluruh informasi.

Rincian tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan peserta didik sekolah kedinasan 2026 tersebar pada sejumlah instansi dengan karakter pendidikan dan kebutuhan formasi yang berbeda.

2. Tahapan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026

Secara garis besar, seleksi sekolah kedinasan 2026 dimulai dari pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, masa sanggah, SKD, seleksi lanjutan, hingga penetapan kelulusan akhir. Setiap tahap perlu diperhatikan karena peserta hanya dapat melanjutkan apabila memenuhi ketentuan pada tahap sebelumnya.

Pengumuman dan Pendaftaran

Masa pengumuman seleksi berlangsung pada 15–24 Agustus 2026, sedangkan pendaftaran dijadwalkan pada 18–30 Agustus 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui SSCASN dan/atau portal resmi kementerian atau lembaga penyelenggara sekolah kedinasan.

Pelamar hanya boleh mendaftar pada satu sekolah kedinasan. Apabila diketahui mendaftar lebih dari satu sekolah kedinasan, pelamar dapat dinyatakan gugur.

Seleksi Administrasi

Seleksi administrasi 2026 berlangsung pada 18 Agustus–1 September 2026. Hasilnya dijadwalkan diumumkan pada 2–3 September 2026. Dalam tahap ini, panitia memeriksa kesesuaian persyaratan administrasi dengan dokumen pelamar. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dapat melanjutkan ke tahap SKD.

Persyaratan khusus seperti usia, pendidikan, nilai akademik, kesehatan, atau ketentuan lainnya tidak selalu sama untuk seluruh sekolah. Peserta tetap harus membaca pengumuman resmi instansi yang dipilih.

Masa Sanggah Hasil Administrasi

Peserta yang keberatan terhadap hasil seleksi administrasi memperoleh kesempatan mengajukan sanggah. Masa sanggah dijadwalkan pada 4–5 September 2026, sedangkan jawaban sanggah berlangsung pada 4–6 September 2026.

Pengumuman hasil pascasanggah dijadwalkan pada 7–8 September 2026. Sanggahan dapat diterima apabila kesalahan bukan berasal dari peserta, sedangkan kesalahan yang berasal dari peserta tidak dapat diperbaiki melalui mekanisme sanggah.

3. Seleksi Kompetensi Dasar Sekolah Kedinasan

Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi sekolah kedinasan. Pelaksanaannya menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT BKN, sehingga peserta mengerjakan seluruh soal melalui komputer sesuai lokasi, jadwal, dan sesi yang telah ditentukan.

Materi SKD terdiri atas tiga bagian utama, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Ketiganya mengukur kemampuan yang berbeda, sehingga peserta perlu memahami karakter masing-masing bagian sebelum mengikuti ujian.

Secara keseluruhan, SKD terdiri dari 110 soal dengan nilai maksimal 550. Komposisinya terdiri atas 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP.

Tes Wawasan Kebangsaan

Tes Wawasan Kebangsaan atau TWK digunakan untuk menilai penguasaan pengetahuan serta kemampuan peserta dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan. Bagian ini tidak hanya berkaitan dengan hafalan, tetapi juga pemahaman terhadap prinsip yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Materi TWK mencakup nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, serta bahasa negara. Karena cakupannya cukup luas, peserta perlu memahami hubungan antara konsep-konsep tersebut dan penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.

Pada SKD Sekolah Kedinasan 2026, TWK terdiri dari 30 soal. Setiap jawaban benar bernilai 5 dan jawaban salah atau tidak dijawab bernilai 0, sehingga nilai maksimal yang dapat diperoleh pada bagian ini adalah 150.

Tes Intelegensia Umum

Tes Intelegensia Umum atau TIU digunakan untuk mengukur kemampuan intelektual peserta yang berkaitan dengan penalaran verbal, numerik, dan figural. Bagian ini menuntut peserta untuk memahami hubungan informasi, melakukan perhitungan, dan menarik kesimpulan secara logis.

Kemampuan verbal mencakup analogi, silogisme, dan analitis. Sementara kemampuan numerik mencakup berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, serta soal cerita yang membutuhkan kemampuan memahami informasi dalam bentuk angka.

Selain itu, terdapat kemampuan figural yang mengukur penalaran melalui pola, hubungan bentuk, atau perubahan gambar. Pada bagian ini, ketelitian membaca pola menjadi sangat penting karena beberapa pilihan jawaban dapat terlihat hampir serupa.

TIU terdiri dari 35 soal dengan nilai maksimal 175. Sama seperti TWK, jawaban benar memperoleh nilai 5, sedangkan jawaban salah atau tidak dijawab bernilai 0.

Tes Karakteristik Pribadi

Tes Karakteristik Pribadi atau TKP digunakan untuk mengukur karakter dan kecenderungan peserta ketika menghadapi berbagai situasi yang berkaitan dengan lingkungan kerja serta pelayanan kepada masyarakat.

Materinya mencakup pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, serta antiradikalisme. Soal biasanya berbentuk situasi tertentu yang kemudian meminta peserta memilih respons paling sesuai.

TKP terdiri dari 45 soal dengan nilai maksimal 225. Sistem penilaiannya berbeda dari TWK dan TIU karena setiap pilihan jawaban memiliki bobot nilai yang berbeda.

Jawaban pada TKP umumnya bernilai antara 1 sampai 5, sedangkan peserta yang tidak menjawab memperoleh nilai 0. Karena itu, peserta perlu memahami konteks persoalan dan memilih respons yang paling mencerminkan sikap profesional, pelayanan yang baik, kemampuan bekerja sama, serta perilaku yang sesuai dengan nilai ASN.

Jumlah Soal dan Waktu SKD

Jumlah keseluruhan soal SKD sekolah kedinasan 2026 adalah 110 soal dengan durasi pengerjaan 100 menit.

Materi SKD Jumlah Soal Nilai Maksimal
TWK 30 150
TIU 35 175
TKP 45 225
Total 110 550

Geser tabel ke samping pada perangkat seluler untuk melihat seluruh informasi.

Peserta perlu memperhatikan pembagian waktu karena seluruh soal harus diselesaikan dalam durasi yang sudah ditentukan.

4. Nilai Ambang Batas SKD Sekolah Kedinasan 2026

Nilai ambang batas merupakan nilai minimal yang harus dipenuhi peserta dalam SKD.

Untuk peserta pada ketentuan umum, nilai ambang batas ditetapkan sebesar 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 156 untuk TKP.

Tes Nilai Ambang Batas 2026
TWK 65
TIU 80
TKP 156

Geser tabel ke samping pada perangkat seluler untuk melihat seluruh informasi.

Terdapat ketentuan berbeda bagi peserta dari daerah tertentu yang memperoleh afirmasi sesuai persetujuan pemerintah. Untuk kategori tersebut, nilai kumulatif SKD paling rendah 281 dan nilai TIU paling rendah 55.

Passing Grade Bukan Satu-Satunya Penentu Kelulusan SKD

Memenuhi nilai ambang batas atau passing grade menjadi syarat penting dalam SKD, tetapi hal tersebut belum otomatis membuat peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Setelah memenuhi batas minimum yang ditetapkan, peserta masih harus bersaing berdasarkan peringkat nilai dengan peserta lain pada formasi atau sekolah yang sama.

Karena itu, peserta tidak cukup hanya menargetkan nilai sedikit di atas passing grade. Semakin tinggi skor SKD yang diperoleh, semakin besar peluang untuk masuk dalam kelompok peserta dengan peringkat terbaik yang berhak mengikuti seleksi lanjutan.

Dalam mekanisme seleksi ASN, peserta yang dapat melanjutkan umumnya ditentukan dari peserta yang memenuhi nilai ambang batas dan berada pada peringkat tertinggi sesuai jumlah kebutuhan yang ditetapkan. Prinsip pemeringkatan inilah yang membuat persaingan tetap ketat meskipun cukup banyak peserta berhasil melewati passing grade.

Artinya, strategi menghadapi SKD sebaiknya tidak berhenti pada target “asal lulus ambang batas”. Peserta tetap perlu mengoptimalkan nilai TWK, TIU, dan TKP agar memiliki posisi yang lebih kuat dalam pemeringkatan dan peluang yang lebih besar untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.

Baca juga: Tips Memaksimalkan Latihan Soal CAT untuk Seleksi Sekolah Kedinasan

5. Jadwal Lengkap Seleksi Sekolah Kedinasan 2026

Berikut rangkaian jadwal nasional seleksi sekolah kedinasan 2026:

Tahapan Jadwal
Pengumuman Seleksi 15–24 Agustus 2026
Pendaftaran 18–30 Agustus 2026
Seleksi Administrasi 18 Agustus–1 September 2026
Pengumuman Administrasi 2–3 September 2026
Masa Sanggah 4–5 September 2026
Jawab Sanggah 4–6 September 2026
Pengumuman Pasca Sanggah 7–8 September 2026
Penerbitan Kode Billing PNBP SKD 9–10 September 2026
Penyampaian Kode Billing dan Pembayaran PNBP SKD 11–15 September 2026
Validasi Peserta yang Membayar PNBP 16 September 2026
Penyusunan Jadwal SKD 17–18 September 2026
Pengumuman Lokasi, Waktu, dan Sesi SKD 18–21 September 2026
Pelaksanaan SKD CAT BKN 22 September–7 Oktober 2026
Pengolahan Nilai SKD 27 September–10 Oktober 2026
Pengumuman Hasil SKD 1–13 Oktober 2026
Seleksi Lanjutan Non-CAT BKN 11–28 Oktober 2026
Seleksi Lanjutan CAT BKN jika digunakan instansi 25–26 Oktober 2026
Pengumuman Kelulusan Akhir 21 Oktober–1 November 2026

Geser tabel ke samping pada perangkat seluler untuk melihat seluruh informasi.

Jadwal tersebut merupakan jadwal nasional. Detail pelaksanaan seleksi lanjutan dapat berbeda pada masing-masing sekolah kedinasan.

6. Seleksi Lanjutan Sekolah Kedinasan

Peserta yang dinyatakan lulus SKD selanjutnya mengikuti seleksi lanjutan sesuai pedoman kementerian atau lembaga penyelenggara.

Tidak semua sekolah kedinasan memiliki jenis seleksi lanjutan yang sama. Karena itu, peserta tidak boleh menganggap tahapan IPDN, PKN STAN, STIS, STMKG, STIN, PSSN, atau sekolah kedinasan lain memiliki mekanisme identik.

Apa yang Diatur dalam Seleksi Lanjutan?

Pedoman seleksi lanjutan dapat memuat jenis tes, pokok substansi yang dinilai, kriteria penilaian, kompetensi penguji, bobot setiap tes, sifat tes menggugurkan atau tidak, sarana yang digunakan, serta kriteria penentuan kelulusan akhir.

Beberapa sekolah dapat memiliki tes kesehatan, kebugaran, psikologi, akademik, wawancara, atau tahapan khusus lainnya. Namun, jenis tes tersebut harus mengikuti pengumuman resmi masing-masing sekolah kedinasan.

7. Cara Mendaftar Seleksi Sekolah Kedinasan

Pendaftaran peserta didik sekolah kedinasan dilakukan secara daring melalui SSCASN Sekolah Kedinasan yang dikelola BKN serta mengikuti mekanisme tambahan dari kementerian atau lembaga penyelenggara apabila memang dipersyaratkan. Karena seluruh proses berkaitan dengan data kependudukan dan dokumen penting, peserta perlu memastikan pendaftaran dilakukan melalui portal pemerintah yang resmi.

Pada tahap awal, calon peserta perlu membuat akun sesuai petunjuk sistem, kemudian melengkapi identitas dan data pendidikan. Setelah itu, peserta memilih sekolah kedinasan dan formasi yang tersedia, mengunggah dokumen persyaratan, serta memeriksa kembali seluruh informasi sebelum pendaftaran diselesaikan.

Dokumen yang diminta dapat berbeda antarinstansi. Karena itu, selain memahami mekanisme SSCASN, calon peserta perlu membaca pengumuman resmi sekolah yang dituju, terutama mengenai persyaratan pendidikan, batas usia, dokumen, program studi, serta ketentuan khusus lainnya.

Setelah seluruh data dan berkas dipastikan benar, peserta dapat menyelesaikan proses pendaftaran dan menyimpan kartu atau bukti registrasi yang diterbitkan sistem. Bukti tersebut sebaiknya disimpan karena dapat diperlukan pada tahapan seleksi berikutnya.

Ketentuan Pemilihan Satu Sekolah Kedinasan

Dalam proses penerimaan, peserta hanya dapat memilih satu sekolah kedinasan. Ketentuan ini membuat pemilihan sekolah perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum peserta menyelesaikan pendaftaran.

Jangan hanya melihat jumlah formasi. Periksa juga program studi yang tersedia, persyaratan pendidikan, batas usia, lokasi pendidikan, ketentuan kesehatan atau fisik apabila ada, serta tahapan seleksi lanjutan yang diberlakukan oleh instansi.

Pilihan yang dilakukan melalui sistem harus sesuai dengan pengumuman resmi masing-masing kementerian atau lembaga. Karena kesempatan memilih terbatas pada satu sekolah kedinasan, kesalahan menentukan pilihan dapat memengaruhi proses pendaftaran pada penerimaan tahun berjalan.

8. Persyaratan Seleksi Sekolah Kedinasan Bisa Berbeda Antarinstansi

Tidak ada satu daftar persyaratan khusus yang berlaku sama untuk seluruh sekolah kedinasan. Pemerintah memang menetapkan mekanisme seleksi secara nasional, tetapi masing-masing kementerian atau lembaga tetap memiliki kewenangan untuk menetapkan persyaratan sesuai karakter pendidikan, kebutuhan instansi, dan program studi yang dibuka.

Perbedaan tersebut dapat terlihat pada ketentuan usia, nilai akademik, jurusan asal, tinggi badan, kondisi kesehatan, persyaratan fisik, hingga dokumen tambahan yang harus disiapkan. Ketentuan yang berlaku di IPDN, misalnya, belum tentu sama dengan PKN STAN, Politeknik Statistika STIS, STMKG, STIN, maupun sekolah kedinasan lainnya.

Karena itu, calon peserta tidak sebaiknya hanya mengandalkan persyaratan umum yang beredar di internet. Pengumuman resmi dari kementerian atau lembaga yang menaungi sekolah kedinasan tetap menjadi acuan utama sebelum melakukan pendaftaran.

Periksa persyaratan tersebut sejak awal agar peserta dapat mengetahui apakah kualifikasinya sudah sesuai. Langkah ini juga membantu mengurangi risiko gagal pada seleksi administrasi akibat dokumen yang tidak lengkap atau syarat khusus yang terlewat.

9. Mekanisme Penentuan Kelulusan Akhir Sekolah Kedinasan

Kelulusan akhir baru ditentukan setelah peserta menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi yang diwajibkan oleh instansi. Artinya, keberhasilan memperoleh nilai tinggi pada SKD memang penting, tetapi belum otomatis membuat peserta dinyatakan diterima.

Setelah SKD, peserta yang memenuhi ketentuan dapat melanjutkan ke seleksi lanjutan. Bentuk seleksi tersebut bisa berbeda pada setiap sekolah, misalnya pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, tes kebugaran, wawancara, atau tahapan lain sesuai kebutuhan instansi.

Penetapan peserta yang lulus kemudian mempertimbangkan hasil seluruh tahapan sesuai mekanisme masing-masing kementerian atau lembaga serta jumlah kebutuhan peserta didik yang telah ditetapkan.

Berdasarkan jadwal nasional 2026, periode pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan pada 21 Oktober–1 November 2026. Karena itu, peserta perlu terus memantau pengumuman resmi setelah menyelesaikan SKD dan tidak berhenti hanya karena telah melewati nilai ambang batas.

10. Waspadai Penipuan Selama Seleksi Sekolah Kedinasan

Masa penerimaan sekolah kedinasan sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan bantuan, akses khusus, atau jaminan kelulusan. Peserta perlu berhati-hati apabila ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan alasan dapat membantu meloloskan seleksi.

Proses seleksi dilaksanakan melalui mekanisme resmi dan hasilnya ditentukan berdasarkan kemampuan peserta serta ketentuan yang berlaku. Pada tahap SKD, penggunaan CAT BKN juga membantu membuat proses pengerjaan dan penilaian berlangsung lebih terukur dan transparan.

Peserta sebaiknya tidak memberikan NIK, password akun, foto dokumen pribadi, atau data pendaftaran kepada pihak yang tidak berkepentingan. Informasi tersebut dapat disalahgunakan apabila diberikan melalui saluran yang tidak resmi.

Gunakan SSCASN BKN, website BKN, Kementerian PANRB, serta portal resmi kementerian atau lembaga penyelenggara sebagai rujukan utama. Jika menemukan pengumuman yang meragukan, bandingkan terlebih dahulu dengan informasi pada kanal pemerintah sebelum mengikuti instruksi atau melakukan pembayaran apa pun.

Baca juga: Strategi Jitu Lolos Seleksi Sekolah Kedinasan dengan Persiapan Terstruktur

Mini Faq

Kapan pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka?

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18–30 Agustus 2026.

Kapan pengumuman seleksi Sekolah Kedinasan 2026?

Pengumuman seleksi dijadwalkan berlangsung pada 15–24 Agustus 2026. Peserta sebaiknya tetap memeriksa pengumuman resmi dari instansi yang dituju karena ketentuan khusus dapat berbeda.

Kapan SKD Sekolah Kedinasan 2026 dilaksanakan?

Pelaksanaan SKD dengan metode CAT BKN dijadwalkan pada 22 September–7 Oktober 2026.

Kapan pengumuman hasil SKD Sekolah Kedinasan 2026?

Pengumuman hasil SKD dijadwalkan berlangsung pada 1–13 Oktober 2026 setelah proses pengolahan nilai.

Apakah setelah SKD masih ada seleksi lanjutan?

Ya. Peserta yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti seleksi lanjutan sesuai kebijakan masing-masing instansi, baik menggunakan metode non-CAT maupun CAT BKN jika diterapkan.

Kapan pengumuman kelulusan akhir Sekolah Kedinasan 2026?

Pengumuman kelulusan akhir dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober–1 November 2026.

Kesimpulan

Seleksi sekolah kedinasan 2026 dimulai dari pendaftaran pada 18–30 Agustus 2026, dilanjutkan seleksi administrasi, masa sanggah, pembayaran PNBP SKD, serta pelaksanaan SKD CAT BKN pada 22 September–7 Oktober 2026.

SKD tahun ini memuat 110 soal yang terdiri atas 30 TWK, 35 TIU, dan 45 TKP dengan durasi 100 menit. Ambang batas umum ditetapkan sebesar 65 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 156 untuk TKP.

Peserta yang lolos SKD selanjutnya mengikuti seleksi lanjutan sesuai ketentuan masing-masing sekolah kedinasan. Karena itu, jadwal nasional BKN perlu dibaca bersama pengumuman resmi sekolah yang dipilih.

Sumber Referensi Resmi

Bagikan :

Artikel Lainnya :

Coba Gratis Latihan Soal

Dapatkan akses untuk mengerjakan latihan soal tes Sekolah Kedinasan 2026 dan temukan panduan belajar yang dirancang khusus untuk pejuang sekolah kedinasan.

Mulai Perjalanan Belajar Sekdin-mu Sekarang
Siap Kejar Sekolah Kedinasan?

Temukan strategi belajar yang tepat agar persiapanmu lebih fokus, terarah, dan percaya diri menghadapi seleksi.