Istilah IPDN Jurusan sering digunakan calon peserta untuk mencari pilihan bidang pendidikan di Institut Pstilah IPDN Jurusan sering digunakan calon peserta untuk mencari pilihan bidang pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Namun, dalam struktur akademik resmi, IPDN menggunakan istilah fakultas dan program studi.
Saat ini IPDN memiliki tiga fakultas yang menaungi total 10 program studi. Selain mengenali pilihan bidang pendidikan, calon peserta juga perlu memahami syarat masuk, kuota penerimaan, tahapan, dan jadwal Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2026.
Pada SPCP IPDN 2026 tersedia 1.410 formasi calon praja. Karena itu, informasi pendidikan, usia, tinggi badan, nilai, domisili, dokumen, hingga jadwal seleksi perlu diperiksa sejak awal.
Daftar Isi
- Daftar Fakultas IPDN Terbaru
- Program Studi IPDN dan Fokus Pembelajarannya
- Perbedaan Fakultas dan Program Studi IPDN
- Syarat Masuk IPDN 2026
- Latar Pendidikan yang Dapat Mendaftar IPDN
- Kuota Penerimaan IPDN 2026
- Tahapan Seleksi Calon Praja IPDN 2026
- Timeline Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2026
- Prospek Kerja Lulusan IPDN
- Mini FAQ
- Kesimpulan
Daftar Fakultas IPDN Terbaru

Struktur akademik IPDN saat ini terdiri dari tiga fakultas. Daftar ini perlu dibedakan dari informasi lama yang masih menggunakan nomenklatur jurusan terdahulu.
| Fakultas | Fokus Bidang |
|---|---|
| Fakultas Politik Pemerintahan | Politik pemerintahan, kebijakan publik, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat |
| Fakultas Manajemen Pemerintahan | Administrasi pemerintahan, SDM sektor publik, teknologi pemerintahan, dan keuangan publik |
| Fakultas Perlindungan Masyarakat | Ketertiban umum, kependudukan, pencatatan sipil, keamanan dan keselamatan publik |
Karena itu, daftar yang hanya menyebut Manajemen Pemerintahan, Administrasi Publik, dan Ilmu Pemerintahan sebagai “jurusan IPDN” sudah tidak cukup menggambarkan struktur akademik yang berlaku sekarang.
Program Studi IPDN dan Fokus Pembelajarannya
Tiga fakultas IPDN menaungi 10 program studi dengan fokus yang berbeda.
| Fakultas | Program Studi | Fokus Pembelajaran |
|---|---|---|
| Politik Pemerintahan | Politik Indonesia Terapan | Sistem politik, demokrasi, kelembagaan, dan hubungan pusat-daerah |
| Politik Pemerintahan | Studi Kebijakan Publik | Perumusan, implementasi, analisis, dan evaluasi kebijakan |
| Politik Pemerintahan | Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat | Pembangunan daerah, ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat |
| Manajemen Pemerintahan | Administrasi Pemerintahan Daerah | Tata kelola dan administrasi pemerintahan daerah |
| Manajemen Pemerintahan | Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan | Teknologi pemerintahan dan pelayanan publik digital |
| Manajemen Pemerintahan | Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik | Pengelolaan aparatur, kinerja, dan pengembangan SDM |
| Manajemen Pemerintahan | Keuangan Publik | Anggaran, akuntansi pemerintahan, dan keuangan publik |
| Perlindungan Masyarakat | Praktik Perpolisian Tata Pamong | Ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat |
| Perlindungan Masyarakat | Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil | Administrasi kependudukan dan pencatatan sipil |
| Perlindungan Masyarakat | Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik | Keamanan publik, mitigasi risiko, dan penanganan bencana |
Fakultas Politik Pemerintahan
Fakultas Politik Pemerintahan menaungi Politik Indonesia Terapan, Studi Kebijakan Publik, serta Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat.
Politik Indonesia Terapan mempelajari dinamika politik dan pemerintahan. Studi Kebijakan Publik lebih berfokus pada proses kebijakan, sedangkan Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat berkaitan dengan pembangunan daerah serta penguatan masyarakat.
Fakultas Manajemen Pemerintahan
Fakultas Manajemen Pemerintahan memiliki empat program studi.
Administrasi Pemerintahan Daerah berfokus pada tata kelola pemerintahan daerah. Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan berkaitan dengan digitalisasi pemerintahan.
Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik membahas pengelolaan aparatur, sedangkan Keuangan Publik berfokus pada anggaran dan pengelolaan keuangan pemerintahan.
Fakultas Perlindungan Masyarakat
Fakultas Perlindungan Masyarakat menaungi Praktik Perpolisian Tata Pamong, Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik.
Ketiga prodi tersebut berkaitan dengan ketertiban umum, administrasi kependudukan, perlindungan masyarakat, keamanan publik, dan pengelolaan risiko.
Perbedaan Fakultas dan Program Studi IPDN
Fakultas dan program studi merupakan dua hal yang berbeda.
| Istilah | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Fakultas | Unit akademik yang menaungi beberapa prodi | Fakultas Manajemen Pemerintahan |
| Program studi | Bidang pendidikan yang lebih spesifik | Keuangan Publik |
| Jurusan IPDN | Istilah populer yang sering dipakai calon peserta | Biasanya mengacu pada program studi |
Contohnya, Fakultas Manajemen Pemerintahan merupakan fakultas. Sementara itu, Keuangan Publik dan Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan merupakan program studi yang berada di bawah fakultas tersebut.
Jadi, ketika mencari informasi IPDN Jurusan, yang perlu diperhatikan adalah daftar fakultas dan program studi resmi terbaru.
Syarat Masuk IPDN 2026
SPCP IPDN 2026 memiliki sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta.
| Aspek | Ketentuan SPCP IPDN 2026 |
|---|---|
| Kewarganegaraan | Warga Negara Indonesia |
| Usia | Minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada 1 Januari 2026 |
| Tinggi badan pria | Minimal 160 cm |
| Tinggi badan wanita | Minimal 155 cm |
| Pendidikan | Minimal SMA/MA, bukan SMK atau Paket C |
| Rata-rata ijazah | Minimal 73,00 |
| Wilayah Papua tertentu | Minimal 65,00 sesuai ketentuan |
| Nilai Bahasa Inggris | Minimal 75,00 dengan ketentuan tertentu |
| Domisili | Pada prinsipnya minimal 1 tahun di daerah pendaftaran |
| Status perkawinan | Belum pernah menikah |
| Kacamata/lensa kontak | Tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak |
Ketentuan Domisili
Peserta pada prinsipnya harus memiliki domisili sekurang-kurangnya satu tahun di kabupaten atau kota tempat mendaftar.
Jika masa domisili belum mencapai satu tahun, terdapat ketentuan tertentu yang dapat berlaku, misalnya riwayat sekolah atau asal orang tua sesuai aturan SPCP.
Untuk formasi Orang Asli Papua, terdapat persyaratan tambahan sesuai ketentuan penerimaan.
Ketentuan Administratif dan Kondisi Peserta
Calon peserta juga perlu memperhatikan beberapa ketentuan lain, antara lain:
- tidak sedang terlibat kasus pidana;
- tidak bertato;
- khusus pria tidak bertindik atau memiliki bekas tindik, kecuali karena agama atau adat;
- tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak;
- belum pernah menikah;
- khusus wanita belum pernah hamil atau melahirkan;
- tidak pernah diberhentikan tidak hormat sebagai Praja IPDN atau dari perguruan tinggi lain;
- menyiapkan Pakta Integritas;
- menggunakan email dan nomor HP yang aktif.
Calon yang dinyatakan lulus juga harus bersedia mengikuti ketentuan pendidikan, tinggal di asrama, dan ditempatkan sesuai kebutuhan pemerintah.
Latar Pendidikan yang Dapat Mendaftar IPDN

Untuk SPCP IPDN 2026, pendidikan yang diterima adalah minimal SMA/MA. Ketentuan penerimaan 2026 tidak menerima lulusan SMK maupun Paket C.
Lulusan tahun 2026 yang belum memperoleh ijazah dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus sesuai persyaratan yang ditentukan panitia.
Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya jurusan IPA atau IPS, tetapi kesesuaian jenis ijazah, nilai, serta seluruh persyaratan SPCP tahun berjalan.
Kuota Penerimaan IPDN 2026
Kuota IPDN pada Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 ditetapkan sebanyak 1.410 formasi.
| Tahun | Kuota IPDN |
|---|---|
| 2025 | 1.061 |
| 2026 | 1.410 |
| Kenaikan | 349 formasi |
Jumlah formasi 2026 bertambah 349 dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, angka 1.410 merupakan total formasi penerimaan IPDN. Jumlah tersebut tidak boleh dianggap terbagi rata ke masing-masing fakultas atau program studi jika tidak terdapat pembagian resmi dari panitia.
Baca juga: Cara Efektif Mempersiapkan Diri Menghadapi Seleksi Sekolah IPDN
Tahapan Seleksi Calon Praja IPDN 2026
Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2026 berlangsung melalui sejumlah tahapan yang harus dilalui secara berurutan.
| Tahapan | Fokus |
|---|---|
| Pendaftaran SSCASN | Registrasi calon peserta |
| Verifikasi administrasi | Pemeriksaan dokumen persyaratan |
| Masa sanggah | Pengajuan keberatan terhadap hasil administrasi |
| SKD | Seleksi Kompetensi Dasar |
| Verifikasi faktual | Pemeriksaan kesesuaian data peserta |
| Tes Kemampuan Bahasa Inggris | Penilaian kemampuan Bahasa Inggris |
| Tes Kesehatan Tahap I | Pemeriksaan kesehatan |
| Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran | Penilaian psikologi dan integritas |
| Seleksi Penentuan Akhir | Tes Kesehatan II, kesamaptaan, dan wawancara |
| Kelulusan akhir | Penetapan calon praja |
Peserta perlu lolos setiap tahapan sesuai mekanisme seleksi yang berlaku sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Materi SKD yang Perlu Dipersiapkan
SKD Sekolah Kedinasan terdiri dari tiga komponen:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK);
- Tes Intelegensia Umum (TIU);
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Persiapan SKD sebaiknya tidak hanya berfokus pada jumlah soal yang dikerjakan. Peserta juga perlu membiasakan diri dengan sistem CAT, manajemen waktu, serta evaluasi kesalahan setelah latihan.
Timeline Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2026
Mengetahui urutan tahapan saja belum cukup. Calon peserta juga perlu mencatat timeline SPCP IPDN 2026 agar tidak melewatkan pendaftaran, masa sanggah, pembayaran PNBP, SKD, maupun seleksi lanjutan.
Berikut jadwal Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2026:
| Tahapan Seleksi | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran Online melalui SSCASN | 18–30 Agustus 2026 |
| Verifikasi Dokumen Persyaratan Administrasi | 18 Agustus–1 September 2026 |
| Pengumuman Verifikasi Dokumen Persyaratan Administrasi | 2–3 September 2026 |
| Masa Sanggah | 4–5 September 2026 |
| Jawab Masa Sanggah | 4–6 September 2026 |
| Pengumuman Pasca Sanggah | 7–8 September 2026 |
| Pembayaran PNBP Seleksi Kompetensi Dasar | 11–15 September 2026 |
| Pengumuman Jadwal SKD, Lokasi, Waktu, dan Sesi Ujian | 18–21 September 2026 |
| Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar | 22 September–7 Oktober 2026 |
| Pengumuman Hasil SKD | Oktober 2026 |
| Verifikasi Faktual dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris | Oktober 2026 |
| Tes Kesehatan Tahap I | Oktober 2026 |
| Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran | Oktober 2026 |
| Seleksi Penentuan Akhir: Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara di Kampus IPDN Jatinangor | Oktober–November 2026 |
| Pengumuman Kelulusan Akhir dan Registrasi Calon Praja | November 2026 |
Untuk beberapa seleksi lanjutan, situs SPCP IPDN masih mencantumkan periode dalam bentuk bulan, bukan tanggal rinci. Karena itu, peserta tidak perlu menebak tanggal pelaksanaannya sendiri.
Jadwal lokasi, waktu, sesi, maupun ketentuan teknis lainnya perlu mengikuti pengumuman lanjutan panitia SPCP IPDN.
Per 28 Agustus 2026, pendaftaran online SSCASN masih berlangsung dan dijadwalkan ditutup pada 30 Agustus 2026. Pada saat yang sama, proses verifikasi dokumen administrasi berlangsung sampai 1 September 2026.
Peserta sebaiknya memantau pengumuman SPCP IPDN dan akun SSCASN secara berkala, terutama setelah menyelesaikan setiap tahapan seleksi.
Prospek Kerja Lulusan IPDN
Pendidikan IPDN berkaitan erat dengan bidang pemerintahan dan pelayanan publik. Lulusan Sarjana Terapan IPDN dikenal sebagai Pamong Praja Muda.
Kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dapat berkaitan dengan berbagai bidang pemerintahan.
| Bidang | Program Studi yang Relevan |
|---|---|
| Pemerintahan daerah | Administrasi Pemerintahan Daerah |
| Kebijakan publik | Studi Kebijakan Publik |
| Tata kelola politik | Politik Indonesia Terapan |
| Pengelolaan aparatur | Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik |
| Keuangan pemerintahan | Keuangan Publik |
| Digitalisasi pemerintahan | Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan |
| Administrasi kependudukan | Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil |
| Ketertiban masyarakat | Praktik Perpolisian Tata Pamong |
| Keamanan publik | Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik |
| Pembangunan daerah | Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat |
Hubungan dalam tabel tersebut menggambarkan bidang kompetensi dan bukan jaminan jabatan tertentu setelah lulus.
Program studi membantu membentuk kemampuan akademik dan profesional praja. Penempatan maupun jabatan setelah pendidikan tetap mengikuti mekanisme dan kebutuhan pemerintah.
Mini FAQ
- Apa saja jurusan di IPDN?
Istilah resminya adalah program studi. IPDN memiliki 10 program studi yang berada di bawah tiga fakultas. - Apa bedanya fakultas dan program studi IPDN?
Fakultas merupakan unit akademik yang menaungi beberapa program studi, sedangkan program studi merupakan bidang pendidikan yang lebih spesifik. - Apakah lulusan IPA dan IPS bisa masuk IPDN?
Persyaratan 2026 menggunakan kategori SMA/MA dan tidak mencantumkan pembatasan IPA atau IPS pada ketentuan pendidikan tersebut. - Apakah lulusan SMK bisa masuk IPDN 2026?
Tidak. Persyaratan SPCP IPDN 2026 menyebut pendidikan minimal SMA/MA dan bukan SMK atau Paket C. - Berapa kuota IPDN 2026?
Kuota penerimaan IPDN pada 2026 sebanyak 1.410 formasi. - Kapan pendaftaran IPDN 2026?
Pendaftaran online melalui SSCASN berlangsung pada 18–30 Agustus 2026. - Kapan SKD IPDN 2026 dilaksanakan?
Pelaksanaan SKD dijadwalkan pada 22 September–7 Oktober 2026. - Apakah program studi IPDN menentukan tempat kerja setelah lulus?
Tidak secara otomatis. Program studi membentuk kompetensi, sedangkan penempatan mengikuti kebutuhan dan mekanisme pemerintah.
Kesimpulan
Pembahasan IPDN Jurusan sebaiknya mengacu pada struktur fakultas dan program studi resmi terbaru. IPDN memiliki tiga fakultas dengan total 10 program studi yang mencakup politik pemerintahan, kebijakan publik, administrasi pemerintahan, teknologi, SDM, keuangan, kependudukan, hingga perlindungan masyarakat.
Pada SPCP IPDN 2026 tersedia 1.410 formasi calon praja. Pendaftaran berlangsung pada 18–30 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan administrasi, SKD, verifikasi faktual, tes Bahasa Inggris, kesehatan, psikologi, hingga Seleksi Penentuan Akhir.
Karena setiap tahapan memiliki jadwal berbeda, calon peserta perlu memeriksa timeline SPCP IPDN 2026 secara rutin dan mengikuti informasi resmi panitia sampai pengumuman kelulusan akhir.




