Tes Kesamaptaan IPDN 2026: Jadwal, Jenis Tes Fisik, dan Tahapan Seleksi Akhir

Tes kesamaptaan IPDN 2026 menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP). Berdasarkan portal resmi IPDN, kesamaptaan ditempatkan dalam Seleksi Penentuan Akhir bersama Tes Kesehatan Tahap II dan wawancara yang dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor.

Per 22 September 2026, peserta masih memasuki periode SKD Sekolah Kedinasan. SKD CAT BKN dijadwalkan berlangsung pada 22 September–7 Oktober 2026, sehingga tes kesamaptaan IPDN belum dilaksanakan. Peserta yang berhasil melewati SKD dan seleksi lanjutan berikutnya baru akan menghadapi tahapan akhir tersebut.

Baca juga Tes Fisik Kesamaptaan Sekolah Kedinasan 2026

Tes Kesamaptaan IPDN 2026 Ada di Tahap Mana?

Portal resmi SPCP IPDN 2026 menempatkan kesamaptaan pada Seleksi Penentuan Akhir.

Rangkaian seleksi setelah SKD yang tercantum pada portal IPDN meliputi:

Tahapan IPDN 2026Jadwal
SKD CAT BKN22 September–7 Oktober 2026
Pengumuman Hasil SKD IPDN10 Oktober 2026
Verifikasi Faktual dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris11 Oktober 2026
Tes Kesehatan Tahap I12 Oktober 2026
Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran13 Oktober 2026
Seleksi Penentuan Akhir: Kesehatan II, Kesamaptaan, WawancaraOktober–November 2026
Pengumuman Kelulusan Akhir dan Registrasi Calon PrajaNovember 2026

Untuk Seleksi Penentuan Akhir, portal resmi menyebut pelaksanaannya dilakukan di Kampus IPDN Jatinangor.

Jadwal individual dan ketentuan peserta tetap harus mengikuti pengumuman resmi SPCP IPDN karena pelaksanaan dapat dibagi berdasarkan kelompok atau sesi.

Tes Kesamaptaan IPDN Apa Saja?

Untuk SPCP IPDN 2026, halaman resmi yang tersedia saat ini mencantumkan adanya tes kesamaptaan tetapi belum menjelaskan secara terperinci item tes, jumlah gerakan, standar minimal, atau tabel penilaiannya.

Karena itu, peserta perlu berhati-hati apabila menemukan angka target tertentu yang diklaim sebagai standar resmi IPDN 2026.

Sebagai referensi dari pola seleksi IPDN sebelumnya, Kementerian PANRB pernah menjelaskan bahwa tes kesamaptaan calon praja mencakup:

  • lari;
  • push up;
  • sit up;
  • pull up untuk peserta pria;
  • chinning untuk peserta wanita; dan
  • shuttle run.

Format tersebut dapat dijadikan gambaran untuk latihan fisik, tetapi tidak boleh dianggap sebagai kisi-kisi resmi SPCP IPDN 2026 sebelum panitia menerbitkan pedoman terbaru.

Gambaran Samapta A dan Samapta B IPDN

Dalam pedoman kesamaptaan yang pernah digunakan di lingkungan IPDN, pengujian kebugaran dibagi menjadi Samapta A dan Samapta B.

Samapta A

Samapta A berfokus pada kemampuan lari untuk mengukur daya tahan fisik dan kardiorespirasi.

Pedoman penilaian pengasuhan Praja IPDN tahun 2023 menggunakan lari selama 12 menit sebagai bagian Samapta A.

Namun perlu dibedakan: pedoman tersebut mengatur penilaian kesamaptaan Praja IPDN yang sudah menjalani pendidikan, bukan otomatis menjadi tabel penilaian penerimaan calon praja tahun 2026.

Samapta B

Dalam pedoman yang sama, Samapta B terdiri dari:

  • pull up atau chinning;
  • sit up;
  • push up; dan
  • shuttle run.

Pull up/chinning, sit up, dan push up dinilai berdasarkan gerakan yang dilakukan, sedangkan shuttle run dinilai berdasarkan waktu tempuh.

Sekali lagi, susunan ini berguna untuk memahami pola kebugaran di lingkungan IPDN, tetapi peserta tetap harus menunggu pedoman resmi Seleksi Penentuan Akhir SPCP IPDN 2026 untuk mengetahui ketentuan tes calon praja tahun ini.

Baca juga Tes IPDN 2026 dari SKD hingga Tahapan Seleksi Lanjutan

1. Lari

Lari umumnya digunakan untuk mengukur daya tahan jantung, paru-paru, dan kemampuan tubuh mempertahankan aktivitas fisik dalam periode tertentu.

Pada pola kesamaptaan IPDN sebelumnya, lari menjadi bagian Samapta A. Peserta biasanya harus menempuh jarak sejauh mungkin dalam batas waktu yang diberikan.

Karena tes mengandalkan endurance, latihan sebaiknya tidak hanya berupa sprint. Calon peserta perlu membiasakan tubuh dengan lari kontinu dan meningkatkan jarak secara bertahap.

2. Push Up

Push up mengukur kemampuan serta daya tahan otot tubuh bagian atas, terutama dada, bahu, dan lengan.

Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya banyaknya repetisi. Gerakan juga perlu dilakukan secara benar karena pada tes fisik, gerakan yang tidak memenuhi ketentuan penguji dapat tidak dihitung.

Latihan dapat dilakukan bertahap sesuai kemampuan tubuh, kemudian jumlah repetisi ditingkatkan secara konsisten.

3. Sit Up

Sit up digunakan untuk melihat kekuatan dan daya tahan otot perut.

Pada pola penilaian kesamaptaan di lingkungan IPDN, sit up termasuk dalam Samapta B.

Peserta sebaiknya berlatih dengan teknik yang konsisten daripada hanya mengejar jumlah repetisi dengan gerakan yang tidak sempurna.

4. Pull Up atau Chinning

Pull up menggunakan kekuatan tubuh bagian atas untuk mengangkat badan menggunakan palang horizontal.

Dalam pola tes IPDN terdahulu, terdapat perbedaan jenis gerakan antara peserta pria dan wanita, yaitu pull up atau chinning.

Untuk SPCP 2026, peserta perlu menunggu petunjuk teknis terbaru untuk mengetahui apakah format yang sama kembali digunakan.

5. Shuttle Run

Shuttle run merupakan lari bolak-balik dalam jarak pendek yang digunakan untuk melihat kelincahan, perubahan arah, koordinasi, dan kecepatan peserta.

Dalam pedoman kesamaptaan IPDN, shuttle run menjadi salah satu bagian Samapta B dan penilaiannya didasarkan pada waktu tempuh.

Latihan shuttle run sebaiknya memperhatikan teknik berbalik arah agar peserta tidak kehilangan terlalu banyak waktu sekaligus mengurangi risiko terpeleset.

Apakah Ada Nilai Minimal Tes Kesamaptaan IPDN 2026?

Sampai informasi resmi SPCP IPDN 2026 yang tersedia saat ini, panitia belum mencantumkan secara publik nilai minimal atau passing grade khusus Tes Kesamaptaan 2026 pada halaman pedoman.

Artinya, angka seperti:

  • minimal jumlah push up;
  • minimal jumlah sit up;
  • minimal pull up;
  • minimal jarak lari;
  • batas waktu shuttle run; atau
  • nilai minimum kelulusan,

tidak sebaiknya ditulis sebagai standar resmi tahun 2026 apabila tidak bersumber dari pedoman SPCP terbaru.

Standar dari tahun sebelumnya dapat digunakan sebagai referensi latihan, tetapi bukan jaminan bahwa tabel penilaian 2026 akan sama.

Lokasi Tes Kesamaptaan IPDN 2026

Portal SPCP IPDN mencantumkan bahwa Seleksi Penentuan Akhir dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor. Tahap ini mencakup:

  1. Tes Kesehatan Tahap II.
  2. Tes Kesamaptaan.
  3. Wawancara.

Dengan demikian, peserta yang lolos hingga tahap ini perlu memperhatikan jadwal keberangkatan, ketentuan pakaian, dokumen peserta, dan arahan lainnya pada pengumuman resmi.

Persiapan Menghadapi Tes Kesamaptaan IPDN

Karena kesamaptaan menguji kemampuan fisik, persiapan ideal dilakukan secara bertahap dan tidak mendadak menjelang hari tes.

Peserta dapat membangun kebugaran melalui kombinasi latihan lari, latihan kekuatan tubuh, serta latihan kelincahan. Intensitas latihan sebaiknya dinaikkan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

  • menjaga waktu tidur;
  • memenuhi kebutuhan cairan;
  • mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang;
  • memberikan waktu pemulihan setelah latihan berat;
  • menggunakan sepatu yang sesuai untuk berlari;
  • tidak memaksakan latihan saat cedera; dan
  • membiasakan teknik gerakan yang benar.

Latihan berlebihan menjelang tes justru dapat meningkatkan risiko cedera atau kelelahan.

Tes Kesamaptaan Bukan Satu-satunya Tahap Akhir

Peserta juga perlu memahami bahwa kesamaptaan bukan satu-satunya komponen pada tahap akhir IPDN.

Portal resmi menyebut Seleksi Penentuan Akhir terdiri dari Tes Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara.

Karena itu, calon praja tetap perlu menjaga kondisi kesehatan dan menyiapkan diri untuk wawancara, bukan hanya berfokus pada kemampuan fisik.

Baca juga Syarat Masuk IPDN dan Tahapan Seleksi yang Perlu Dipahami

Portal Resmi SPCP IPDN 2026

Seluruh informasi mengenai seleksi IPDN dapat dipantau melalui:

https://spcp.ipdn.ac.id

Portal tersebut menyediakan informasi mengenai:

  • timeline SPCP 2026;
  • persyaratan;
  • pedoman peserta;
  • pengumuman hasil;
  • informasi seleksi lanjutan; dan
  • pemberitahuan resmi panitia.

Peserta juga perlu memantau akun SSCASN sesuai tahapan seleksi.

Mini FAQ

Apakah IPDN 2026 ada Tes Kesamaptaan?

Ya. Portal resmi SPCP IPDN 2026 mencantumkan Tes Kesamaptaan sebagai bagian dari Seleksi Penentuan Akhir bersama Tes Kesehatan Tahap II dan wawancara.

Kapan Tes Kesamaptaan IPDN 2026?

Tes Kesamaptaan berada dalam rangkaian Seleksi Penentuan Akhir yang dijadwalkan pada periode Oktober–November 2026. Peserta perlu mengikuti jadwal individual yang diterbitkan panitia.

Di mana Tes Kesamaptaan IPDN 2026 dilaksanakan?

Portal resmi SPCP IPDN mencantumkan Seleksi Penentuan Akhir dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor.

Tes Kesamaptaan IPDN terdiri dari apa saja?

Rincian resmi SPCP IPDN 2026 belum dipublikasikan pada halaman pedoman. Pada format seleksi sebelumnya, kesamaptaan mencakup lari, push up, sit up, pull up atau chinning, dan shuttle run.

Apakah ada passing grade Kesamaptaan IPDN 2026?

Sampai informasi resmi yang tersedia saat ini, panitia belum memublikasikan nilai minimal atau tabel passing grade Tes Kesamaptaan SPCP IPDN 2026.

Ringkasan

Tes Kesamaptaan IPDN 2026 merupakan bagian dari Seleksi Penentuan Akhir calon praja. Portal resmi IPDN menempatkan tahap ini setelah SKD, verifikasi faktual dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris, Tes Kesehatan Tahap I, serta Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran. Seleksi akhir yang mencakup Kesehatan II, Kesamaptaan, dan Wawancara dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor pada periode Oktober–November 2026.

Rincian item dan standar nilai Kesamaptaan SPCP IPDN 2026 belum dipublikasikan secara lengkap. Sebagai gambaran dari pola IPDN sebelumnya, latihan dapat diarahkan pada lari, push up, sit up, pull up/chinning, dan shuttle run, sambil tetap menunggu pedoman resmi terbaru dari panitia.

Sumber Referensi

  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Portal SPCP IPDN 2026
  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Pedoman SPCP 2026
  • Badan Kepegawaian Negara – Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
  • Kementerian PANRB – Kenali Tahapan Menjadi Praja IPDN
  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri – Peraturan Rektor Nomor 9 Tahun 2023
Bagikan :

Promo Lolos SKD Kedinasan 2026:

KODE PROMO JADISEKDIN
KODE PROMO JADISEKDIN 25 September 2026 (Artikel)
previous arrow
next arrow

Artikel Lainnya :

Coba Gratis Latihan Soal

Dapatkan akses untuk mengerjakan latihan soal tes Sekolah Kedinasan 2026 dan temukan panduan belajar yang dirancang khusus untuk pejuang sekolah kedinasan.

Mulai Perjalanan Belajar Sekdin-mu Sekarang
Siap Kejar Sekolah Kedinasan?

Temukan strategi belajar yang tepat agar persiapanmu lebih fokus, terarah, dan percaya diri menghadapi seleksi.