Sekolah Kedinasan di Indonesia kembali membuka penerimaan pada 2026. Tahun ini, BKN mencatat sembilan kementerian/lembaga penyelenggara dengan total 4.770 formasi, mulai dari IPDN, PKN STAN, STIS, STIN, STMKG, Poltek SSN, hingga sekolah kedinasan yang baru masuk dalam seleksi nasional seperti Poltekpin dan Poltekimipas.
Pendaftaran nasional berlangsung pada 18–30 Agustus 2026. Per 31 Agustus 2026, masa pendaftaran sudah berakhir dan proses seleksi administrasi masih berlangsung hingga 1 September 2026. Persyaratan setiap sekolah tidak sama, sehingga calon peserta perlu melihat ketentuan instansi yang dipilih, bukan menggunakan satu syarat untuk semua sekolah.
Daftar Isi
- Daftar Sekolah Kedinasan di Indonesia 2026
- Syarat Masuk Sekolah Kedinasan 2026
- Perbedaan Syarat Setiap Sekolah Kedinasan
- Cara Daftar Sekolah Kedinasan melalui SSCASN
- Tahapan dan Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
- Memilih Sekolah Kedinasan Sesuai Bidang
- Mini FAQ Sekolah Kedinasan di Indonesia
- Ringkasan
Daftar Sekolah Kedinasan di Indonesia 2026

BKN menetapkan sembilan kementerian/lembaga sebagai penyelenggara Seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026. Jumlah keseluruhan kebutuhan peserta didik mencapai 4.770 formasi
Berikut rinciannya:
| Sekolah Kedinasan/Penyelenggara | Instansi Pembina | Bidang Utama | Formasi 2026 |
|---|---|---|---|
| Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) | Kementerian Dalam Negeri | Pemerintahan | 1.410 |
| PKN STAN | Kementerian Keuangan | Keuangan negara | 1.000 |
| Perguruan Tinggi Kemenhub melalui SIPENCATAR | Kementerian Perhubungan | Transportasi | 891 |
| Politeknik Statistika STIS | BPS | Statistika dan data | 564 |
| Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) | Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan | Imigrasi dan pemasyarakatan | 375 |
| Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) | Kementerian Hukum | Pendidikan kedinasan bidang hukum | 250 |
| Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) | BMKG | Meteorologi, klimatologi, dan geofisika | 130 |
| Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) | BIN | Intelijen | 100 |
| Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) | BSSN | Keamanan siber dan persandian | 50 |
Total formasi tersebut meningkat dibandingkan seleksi 2025, ketika BKN membuka 3.252 formasi pada tujuh kementerian/lembaga. Pada 2026, Kementerian Hukum melalui Poltekpin serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Poltekimipas turut masuk dalam seleksi nasional.
Khusus Poltekimipas, angka 375 pada tabel merupakan kebutuhan yang masuk dalam alokasi nasional BKN untuk peserta umum dan afirmasi. Kemenimipas secara terpisah juga mengumumkan 30 kebutuhan bagi PNS internal, sehingga total kebutuhan pendidikan Poltekimipas mencapai 405 orang.
Baca Juga: Cara Daftar Poltekim Resmi Syarat Dokumen, Alur SSCASN Dikdin, & Jadwal Seleksi
Syarat Masuk Sekolah Kedinasan 2026
Tidak ada satu ketentuan usia, nilai, tinggi badan, atau jurusan sekolah yang berlaku sama untuk seluruh Sekolah Kedinasan di Indonesia.
Namun, beberapa jenis persyaratan yang umumnya perlu diperiksa calon peserta adalah:
- Warga Negara Indonesia
- memenuhi pendidikan yang dipersyaratkan sekolah
- memenuhi ketentuan usia
- memiliki nilai ijazah atau rapor sesuai batas yang ditetapkan
- memenuhi persyaratan kesehatan
- melengkapi dokumen kependudukan dan pendidikan
- memenuhi ketentuan fisik jika sekolah mensyaratkannya
- memenuhi ketentuan status perkawinan apabila dipersyaratkan
- tidak memiliki kondisi atau status yang dilarang dalam pengumuman instansi
- bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi
Jenis ijazah juga perlu diperhatikan. Jangan menganggap seluruh sekolah kedinasan menerima SMA, MA, dan SMK dengan ketentuan yang sama.
Sebagai contoh, Politeknik Statistika STIS 2026 menerima kelas 12 SMA/MA/SMK/MAK semua jurusan, sedangkan nilai Matematika dan Bahasa Inggris untuk jalur umum harus minimal 80,00. Usianya minimal 16 dan maksimal 22 tahun per 1 September 2026.
Sementara STIN memiliki ketentuan berbeda. Penerimaan 2026 menetapkan rata-rata rapor semester 1–5 minimal 85, usia minimal 16 dan maksimal 21 tahun pada 31 Desember 2026, serta tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita.
Karena perbedaannya cukup besar, calon peserta sebaiknya membaca pengumuman sekolah tujuan sebelum membuat akun dan mengunci pilihan pada SSCASN.
Perbedaan Syarat Setiap Sekolah Kedinasan
Syarat sekolah kedinasan mengikuti kebutuhan kompetensi masing-masing instansi. Karena itu, standar kesehatan, akademik, maupun fisik dapat berbeda.
Berikut contoh beberapa perbedaannya:
| Aspek | Contoh Ketentuan |
|---|---|
| Jurusan SMA/SMK | STIS 2026 menerima SMA/MA/SMK/MAK semua jurusan |
| Nilai akademik | STIS mensyaratkan Matematika dan Bahasa Inggris minimal 80 untuk jalur umum |
| Nilai rapor | STIN menetapkan rata-rata rapor semester 1–5 minimal 85 |
| Tinggi badan | STIN menetapkan minimal 165 cm pria dan 160 cm wanita |
| Penglihatan | STIS tidak menerima buta warna dan memberi toleransi kacamata/lensa kontak di bawah 6 dioptri |
| Kondisi kesehatan | STIN mensyaratkan sehat jasmani dan rohani serta memiliki sejumlah standar kesehatan khusus |
| Formasi afirmasi | Beberapa sekolah menyediakan jalur atau formasi afirmasi dengan persyaratan tambahan |
| Penempatan | Beberapa sekolah mensyaratkan kesediaan ditempatkan sesuai kebutuhan instansi |
STIS, misalnya, tidak menggunakan standar kacamata yang sama dengan STIN. STIS memberi toleransi minus atau plus di bawah 6 dioptri, sedangkan FAQ penerimaan STIN 2026 menyebut batas kacamata maksimal ±1.
Poltekimipas juga mempunyai karakter persyaratan berbeda karena penerimaannya mencakup lulusan SLTA/sederajat untuk formasi umum dan afirmasi serta jalur tersendiri bagi PNS Kemenimipas.
Hal ini menunjukkan bahwa daftar syarat dari satu sekolah tidak boleh digunakan sebagai acuan untuk sekolah lain.
Baca Juga: Jurusan di IPDN Apa Saja? Ini Daftar Fakultas dan Program Studinya
Baca Juga: Kedinasan Poltekim 2026: Cek Formasi, Program Studi, dan Tahapan Seleksinya
Cara Daftar Sekolah Kedinasan melalui SSCASN
Pendaftaran Sekolah Kedinasan nasional dilakukan melalui portal resmi SSCASN BKN. Beberapa sekolah kemudian meminta peserta melanjutkan proses pada portal instansi masing-masing. Portal SSCASN BKN memang digunakan untuk Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Secara umum, alurnya adalah:
- membuat akun SSCASN menggunakan data kependudukan
- login menggunakan akun yang telah dibuat
- memilih jenis Seleksi Sekolah Kedinasan
- memilih instansi atau sekolah tujuan
- memilih formasi yang tersedia
- melengkapi biodata
- mengunggah dokumen yang dipersyaratkan
- memilih lokasi ujian apabila tersedia
- memeriksa resume pendaftaran
- menyelesaikan atau mengunci pendaftaran
- mencetak bukti pendaftaran
- mengikuti portal tambahan instansi apabila dipersyaratkan
Jangan menganggap proses selesai hanya karena formulir SSCASN sudah dikirim. Cek kembali apakah sekolah yang dipilih mewajibkan registrasi lanjutan pada portal instansi.l penting: jangan menganggap proses selesai hanya karena formulir SSCASN sudah dikirim. Cek kembali apakah sekolah yang dipilih meminta registrasi tambahan melalui situs instansi.
Tahapan dan Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
BKN telah menetapkan jadwal nasional penerimaan Sekolah Kedinasan 2026 melalui Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tanggal 12 Agustus 2026.
Berikut jadwal utamanya:
| Tahapan | Jadwal 2026 |
|---|---|
| Pengumuman seleksi | 15–24 Agustus |
| Pendaftaran | 18–30 Agustus |
| Seleksi administrasi | 18 Agustus–1 September |
| Pengumuman hasil administrasi | 2–3 September |
| Masa sanggah | 4–5 September |
| Jawab sanggah | 4–6 September |
| Pengumuman pasca sanggah | 7–8 September |
| SKD CAT BKN | 22 September–7 Oktober |
| Pengolahan nilai SKD | 27 September–10 Oktober |
| Pengumuman hasil SKD | 1–13 Oktober |
| Seleksi lanjutan non-CAT BKN | 11–28 Oktober |
| Pengumuman kelulusan akhir | 21 Oktober–1 November |
Per 31 Agustus 2026, pendaftaran nasional sudah ditutup. Tahap yang masih berjalan adalah Seleksi Administrasi sampai 1 September 2026.
Setelah administrasi, peserta yang memenuhi ketentuan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar menggunakan CAT BKN. Seleksi lanjutan kemudian berbeda menurut sekolah.
Contohnya, STIS menggunakan tahapan Administrasi, SKD, Matematika, Psikotes dan Wawancara, kemudian Kesehatan dan Kebugaran. Seluruh tahap menggunakan sistem gugur.
STIN menggunakan Administrasi, SKD, kemudian Seleksi Kompetensi Bidang yang mencakup psikologi, kesehatan, kesegaran jasmani, pendalaman mental ideologi, pemeriksaan bakat dan minat, serta Pantukhir.
Karena itu, istilah “tes sekolah kedinasan” tidak berarti semua peserta dari sembilan instansi menghadapi tes lanjutan yang sama.
Memilih Sekolah Kedinasan Sesuai Bidang

Pilihan sekolah sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah formasi. Perhatikan bidang pendidikan, ketentuan fisik, kemampuan akademik, dan karakter pekerjaan setelah lulus.
Gambaran sederhananya:
- IPDN cocok dipelajari lebih lanjut jika tertarik pada pemerintahan dan pelayanan publik
- PKN STAN berfokus pada keuangan negara
- STIS berkaitan dengan statistika, pengolahan data, dan komputasi statistik
- STIN berfokus pada bidang intelijen
- STMKG berkaitan dengan meteorologi, klimatologi, geofisika, dan bidang teknis BMKG
- Poltek SSN berkaitan dengan keamanan siber dan persandian
- Poltekimipas menyediakan pendidikan bidang imigrasi dan pemasyarakatan
- Poltekpin merupakan sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Hukum
- Perguruan Tinggi Kemenhub menyediakan bidang transportasi melalui SIPENCATAR
Jangan hanya membandingkan jumlah formasi. IPDN memang memiliki kuota terbesar pada 2026 dengan 1.410 formasi, tetapi persyaratan dan karakter pendidikannya berbeda dengan STIS, PKN STAN, STIN, ataupun sekolah transportasi.
Sebelum memilih, cocokkan setidaknya tiga hal: syarat yang benar-benar dapat dipenuhi, bidang yang ingin dipelajari, dan konsekuensi penempatan atau ikatan kedinasan setelah lulus.
Mini FAQ Sekolah Kedinasan di Indonesia
Berapa jumlah Sekolah Kedinasan yang membuka seleksi pada 2026?
BKN mencatat sembilan kementerian/lembaga penyelenggara Sekolah Kedinasan pada seleksi nasional 2026 dengan total 4.770 formasi.
Apa saja Sekolah Kedinasan yang buka pada 2026?
Seleksi 2026 mencakup IPDN, PKN STAN, perguruan tinggi Kemenhub melalui SIPENCATAR, Politeknik Statistika STIS, Poltekimipas, Poltekpin, STMKG, STIN, dan Politeknik Siber dan Sandi Negara.
Berapa formasi Sekolah Kedinasan 2026?
Total formasi nasional yang ditetapkan BKN sebanyak 4.770. IPDN memiliki 1.410 formasi, PKN STAN 1.000, Kemenhub 891, STIS 564, Poltekimipas 375, Poltekpin 250, STMKG 130, STIN 100, dan Poltek SSN 50.
Apakah semua Sekolah Kedinasan menerima lulusan SMK?
Tidak bisa disamaratakan. Jenis pendidikan yang diterima mengikuti pengumuman masing-masing sekolah. STIS 2026 menerima SMA/MA/SMK/MAK semua jurusan, tetapi sekolah lain dapat memiliki ketentuan pendidikan berbeda.
Apakah semua Sekolah Kedinasan memiliki syarat tinggi badan?
Tidak. Ketentuan fisik berbeda antarinstansi. STIN, misalnya, menetapkan tinggi badan minimal, sedangkan sekolah lain dapat menggunakan standar kesehatan atau persyaratan yang berbeda.
Kapan pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026?
Pendaftaran nasional berlangsung pada 18–30 Agustus 2026. Setelah pendaftaran ditutup, Seleksi Administrasi berlangsung hingga 1 September 2026.
Di mana pendaftaran Sekolah Kedinasan dilakukan?
Pendaftaran awal dilakukan melalui portal SSCASN BKN. Beberapa sekolah juga mewajibkan peserta melanjutkan registrasi pada portal resmi instansi masing-masing.
Apakah tes semua Sekolah Kedinasan sama?
Tidak. Peserta umumnya menghadapi Seleksi Administrasi dan SKD CAT BKN, tetapi jenis seleksi lanjutan ditentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan.
Ringkasan
Daftar Sekolah Kedinasan di Indonesia yang mengikuti seleksi nasional 2026 mencakup sembilan kementerian/lembaga dengan total 4.770 formasi. Pilihannya meliputi IPDN, PKN STAN, sekolah Kemenhub, STIS, Poltekimipas, Poltekpin, STMKG, STIN, dan Poltek SSN.
Syarat masuk tidak dapat disamaratakan. Ada sekolah yang menekankan nilai Matematika dan Bahasa Inggris, ada yang menetapkan tinggi badan, batas kacamata, kondisi kesehatan, jurusan pendidikan, atau ketentuan khusus lainnya.
Karena pendaftaran 2026 telah ditutup pada 30 Agustus, peserta yang sudah mendaftar perlu memantau hasil administrasi dan jadwal tahapan berikutnya. Untuk penerimaan tahun selanjutnya, jadikan pengumuman BKN dan situs resmi sekolah sebagai acuan utama, bukan persyaratan tahun sebelumnya.




